Catatan hal-hal menarik dalam hidup

Breaking News

Blog Popular

22 Juli, 2014

Mengejar Malam Lailatul Qadr Indonesia Malaysia

By on 08.27

Tuntunan Lailatul Qadar
Tips Pasti Berjumpa Malam Lailatul Qadar
Aku Jumpa Lailatul Qadar
Kembara Mencari Lailatul Qadar
Muhasabah Ramadhan


Kapankah terjadinya Lailat al Qodr
Sesuai dengan firman Allah pada awal surat Al Qodr, serta pada ayat 185 surat Al Baqoroh, dan hadits Rasulullah SAW.  Maka para ulama' bersepakat bahwa " Lailat al qodr" terjadi pada malam bulan Ramadhan. Bahkan seperti diriwayatkan oleh Ibnu Umar, Abu Dzar, dan Abu Hurairah, lailat al qodr bukannya sekali terjadi pada masa Rasulullah SAW saja, malainkan ia terus berlangsung pada setiap bulan Ramadhan untuk mashlahat umat Muhammad, sampai terjadinya hari qiyamat. 


17 Juli, 2014

Bekal Kematian, Bagaimana dengan Kita...?

By on 00.58



Bagaimana dengan kita...?

bila kematian merenggut hidup kita
sementara kita masih merajut dosa
merenda maksiat

Bagaimana dengan kita...?
jika malaikat maut menjemput dengan paksa
sementara kita sedang di gairah
bersama pasangan selingkuh kita

Bagaimana dengan kita...?
kalau saja ajal datang tanpa kompromi
sementara kita sedang sakauw
dengan segenggam putauw

Bagaimana dengan kita...?
jika kematian membuyarkan semua harapan
sementara kita masih berjalan
dalam kegelapan tanpa arah

Bagaimana dengan kita...?
kalau ajal menghentikan kenikmatan hidup
sementara kita masih mengumbar kesombongan
dan masih alergi dengan kebenaran

Bagaimana dengan kita...?
ketika Allah mengambil nyawa kita
sementara kita tak pernah mengingat-Nya
bahkan terbiasa menantang-Nya

Bagaimana dengan kita...?
saat jasad ditinggal ruh
padahal kita masih betah menjahit kedengkian
sangat bernafsu menyebar hasad

Bagaimana dengan kita...?
ketika badan tanpa nyawa menuju ke liang kubur
padahal kita masih membenci kebenaran
bahkan bernafsu membungkam penyerunya

Bagaimana dengan kita...?
saat sang malakul maut mencabut nyawa
sementara bekal tak pernah kita miliki
hanya dosa yang menggunung

Bagaimana dengan kita...?
saat keranda jenasah kita
diusung diiringi tangisan keluarga
sementara yang kita miliki hanya segunung dosa

Apa bekal kita...?
haruskah menderita dalam kehidupan abadi?

Naudzubillahi min dzalik.




Bagaimana kamu apabila dilanda lima perkara? Kalau aku (Rasulullah Saw), aku berlindung kepada Allah agar tidak menimpa kamu atau kamu mengalaminya. (1) Jika perbuatan mesum dalam suatu kaum sudah dilakukan terang-terangan maka akan timbul wabah dan penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa orang-orang terdahulu. (2) Jika suatu kaum menolak mengeluarkan zakat maka Allah akan menghentikan turunnya hujan. Kalau bukan karena binatang-binatang ternak tentu hujan tidak akan diturunkan sama sekali. (3) Jika suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan maka Allah akan menimpakan paceklik beberapa waktu, kesulitan pangan dan kezaliman penguasa. (4) Jika penguasa-penguasa mereka melaksanakan hukum yang bukan dari Allah maka Allah akan menguasakan musuh-musuh mereka untuk memerintah dan merampas harta kekayaan mereka. (5) Jika mereka menyia-nyiakan Kitabullah dan sunah Nabi maka Allah menjadikan permusuhan di antara mereka. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Aku beritahukan yang terbesar dari dosa-dosa besar. (Rasulullah Saw mengulangnya hingga tiga kali). Pertama, mempersekutukan Allah. Kedua, durhaka terhadap orang tua, dan ketiga, bersaksi palsu atau berucap palsu. (Ketika itu beliau sedang berbaring kemudian duduk dan mengulangi ucapannya tiga kali, sedang kami mengharap beliau berhenti mengucapkannya). (Mutafaq’alaih)

Ada empat kelompok orang yang pada pagi dan petang hari dimurkai Allah. Para sahabat lalu bertanya, “Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?” Beliau lalu menjawab, “Laki-laki yang menyerupai perempuan, perempuan yang menyerupai laki-laki, orang yang menyetubuhi hewan, dan orang-orang yang homoseks. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

Ada tiga jenis orang yang diharamkan Allah masuk surga, yaitu pemabuk berat, pendurhaka terhadap kedua orang tua, dan orang yang merelakan kejahatan berlaku dalam keluarganya (artinya, merelakan isteri atau anak perempuannya berbuat serong atau zina). (HR. An-Nasaa’i dan Ahmad)

15 Juli, 2014

13 Juli, 2014

Pentingnya Menuntut Ilmu Agama

By on 01.19



Alhamdulillahi Robbil’aalamiin… marilah kita bersyukur atas nikmat berkesempatan untuk memulai menuntut ilmu agama. Semoga ini akan memperbaiki hidup kita, sesuai sabda Nabi: “Barangsiapa yang dikehendaki Allah menjadi orang baik, maka Allah menggerakkan ia belajar ilmu agama sampai pandai.” (HR Bukhari).

Sebelumnya saya pernah membahas tentang keutamaan ilmu
, dan kali ini juga saya akan bahas bagaimana pentingnya menuntut ilmu Agama tersebut.

Beberapa hikmah menuntut ilmu (agama) lainnya adalah:

1. Berada di jalan Allah
“Barang siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu, berarti dia berada di jalan Allah hingga pulang” (HR Turmudzi)

2. Mendapatkan pahala yang mengalir terus menerus
“Jika anak adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecualai 3 hal, yaitu shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya.”(HR Muslim)

3. Agar tidak terlaknat
“Dunia dan seisinya terlaknat, kecuali yang memanfaatkannya demi kepentingan dzikrullah dan yang serupa dengan itu, para ulama dan orang-orang yang menuntut ilmu” (HR Turmudzi)

4. Ditinggikan derajatnya
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al-Mujadilah: 11).

5. Dimudahkan jalan menuju surga
“Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu agama, pasti Allah membuat mudah baginya jalan menuju surga” (HR Muslim)

Kemuliaan ilmu atas harta
Ilmu adalah warisan para Nabi, sedang harta adalah warisan para raja dan orang kaya.

Ilmu itu menjaga yang empunya, sedang pemilik harta menjaga hartanya.

Ilmu adalah penguasa atas harta, sedang harta tidak berkuasa atas ilmu.

Harta bisa habis dengan sebab dibelanjakan, sedang ilmu justru bertambah dengan diajarkan.

Pemilik harta jika telah meninggal dunia, ia berpisah dengan dengan hartanya, sedang ilmu mengiringinya masuk ke dalam kubur bersama para pemiliknya.

Harta bisa didapatkan oleh siapa saja baik orang beriman, kafir, orang shalih dan orang jahat, sedang ilmu yang bermanfaat hanya didapatkan oleh orang yang beriman saja.

Sesungguhnya jiwa menjadi lebih mulia dan bersih dengan mendapatkan ilmu, itulah kesempurnaan dirinya dan kemuliaannya.

Sedangkan harta, ia tidak membersihkan dirinya, tidak pula menambahkan sifat kesempurnaan dirinya, malah jiwanya menjadi berkurang dan kikir dengan mengumpulkan harta dan menginginkannya. Jadi keinginannya kepada ilmu adalah inti kesempurnaannya dan keinginannya kepada harta adalah ketidaksempurnaannya dirinya.

Sesungguhnya mencintai ilmu dan mencarinya adalah akar semua ketaatan, sedangkan mencintai harta dan dunia adalah akar semua kesalahan.

Sesungguhnya orang berilmu mengajak manusia kepada Allah dengan ilmunya dan akhlaknya, sedang orang kaya itu mengajak manusia ke neraka dengan harta dan sikapnya.

Sesungguhnya yang dihasilkan dengan kekayaan harta adalah kelezatan binatang. Jika pemiliknya mencari kelezatan dengan mengumpulkannya, itulah kelezatan ilusi. Jika pemiliknya mengumpulkan dengan menggunakannya untuk memenuhi kebutuhannya syahwatnya, itulah kelezatan binatang. Sedang kelezatan ilmu, ia adalah kelezatan akal plus rohani yang mirip dengan kelezatan para malaikat dan kegembiraan mereka. Antara kedua kelezatan tersebut (kelezatan harta dan ilmu) terdapat perbedaan yang mencolok.


Karena itu, dengan menuntut ilmu semoga kita menjadi orang baik, tetap berada di jalan Allah, memiliki pahala yang terus mengalir meskipun sepeninggal kita, tidak terlaknat, ditinggikan derajatnya dan dimudahkan Allah menuju surga. Mudah-mudahan kita semua dimudahkan Allah untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat sehingga dapat terbentuk masyarakat yang adil, makmur dan Islami. Amiiin


“Dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan’” (QS. Thaha: 114).

“Barang siapa menempuh suatu jalan dengan tujuan mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Selain itu, malaikat akan meletakkan sayapnya bagi orang yang mencari ilmu sebagai keridaan atas tindakannya. Sesungguhnya yang ada di langit dan bumi, bahkan ikan-ikan di laut, akan memohonkan ampunan bagi orang yang menuntut ilmu. Keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan atas planet yang lain. Para ulama adalah pewaris manusia. Dan, para nabi tiada mewariskan dinar atau dirham, melainkan ilmu. Maka, barang siapa mengambilnya, berarti ia telah mengambil bagian yang sempurna.” (HR. Ahmad) 

Artikel Ramadhan Terbaik :


12 Juli, 2014

Yang paling ditakuti pemimpin yahudi terhadap Islam

By on 05.58


#Pray for Gaza Pemimpin yahudi pernah bilang kalau bangsa yahudi akan takut sama Islam kalau jumlah muslim yang shalat subuh berjamaah di mesjid jumlahnya sama kayak jumlah umat muslim ketika shalat jumat. Mereka tau keistimewaan shalat subuh. Nabi Muhammad SAW pun pernah mengucapkan kalau umat muslim tau keistimewaan dan kebesaran shalat berjamaah subuh, mereka pun akan rela untuk merangkak ke mesjid. di azan pas subuh itu juga sering diucapkan bahwa shalat itu lebih baik daripada tidur (Asholatu Choirum Minnauum). Zaman jahiliyah pun dihancurkan ketika waktu subuh.

tetapi, sedihnya, di mesjid, sedikit sekali yang shalat berjamaah pas subuh. cuma ada 1-5 orang aja di banyak mesjid. 

Mari kita bersama sama biasakan shalat subuh di mesjid bagi yang mampu. Nabi Muhammad SAW sangat menekankan shalat subuh ini penting. Pemimpin Yahudi pun tau keistimewaan shalat subuh. jadi mari kita sama sama meningkatkan shalat subuh kita.


Berikut beberapa kutipan dari Al Qur’an dan Hadits-hadits Nabi Muhammad SAW :

Banyak permasalahan, yang bila diurut, bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Banyak peristiwa petaka yang terjadi pada kaum pendurhaka terjadi di waktu Subuh, yang menandai berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid. “Sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu Subuh; bukankah Subuh itu sudah dekat?” [QS Huud:81]

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak” [HR Al-Bukhari dan Muslim]

“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu Isya’ dan Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat” [HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

“Shalat berjamaah (bagi kaum lelaki) lebih utama dari shalat salah seorang kamu yang sendirian, berbanding dua puluh tujuh kali lipat. Malaikat penjaga malam dan siang berkumpul pada waktu shalat Subuh”. “Kemudian naiklah para Malaikat yang menyertai kamu pada malam harinya, lalu Rabb mereka bertanya kepada mereka - padahal Dia lebih mengetahui keadaan mereka - ‘Bagaimana hamba-2Ku ketika kalian tinggalkan ?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami jumpai mereka dalam keadaan shalat juga’. ” [HR Al-Bukhari]

“Barang siapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Shalat Subuh menjadikan seluruh umat berada dalam jaminan, penjagaan, dan perlindungan Allah sepanjang hari. Barang siapa membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka” [HR Muslim, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

Barangsiapa berjamaah dalam shalat subuh dan Isya maka baginya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari kemunafikan dan kebebasan dari kemusyrikan. [Abu Hanifah]

Artikel Ramadhan Terbaik :

Ramadhan Hotel & Restoran 2014
Ramadhan Murah 2014

16 April, 2014

10 Common Link Building Problems

By on 20.51

For a long time many publishers viewed link building as a practice that stood on its own. The purpose was to get links to drive search rankings. It served no other marketing purpose at all.
This has led to large numbers of sites being hit by link penalties or new algorithms like Penguin. Successfully recovering from link related penalties requires a comprehensive approach to link removal. Part of that is understanding what types of links you need to remove.
What follows are 10 of the most common link problems that have resulted in link related penalties or lost rankings due to a Google algorithm update.
 

1. Article Directories

Article directories were hit in the initial Penguin release on April 24, 2012. If you are currently adding article directory links, then stop the program right away.
In addition, if you have some links that resulted from article directories, then work on getting them removed. If you can't get them removed, then use the Google Disavow Tool to request that they be ignored by Google.
For those who want to debate the merits of this tool, we have used it, and it works like a champ.

2. Low-Quality Directories

There isn't clear evidence that low-quality directories were explicitly punished in a Penguin release as yet, but it does not really matter. The right policy here is clear. Participate in the major directories: Yahoo DirectoryDMOZBest of the Web, and Business.com.
After that, consider a very small number of directories specific to your vertical market. If you find yourself with 10 or more directory links, something is wrong. Directories are not a volume source of links.

3. Low Relevance Guest Posts

Guest posting on sites that you are truly proud of is a great idea. But this can be overdone too. For example, if the post is not relevant to your site, or the site is not relevant to your post, don't do it.
For your guest posting efforts, shoot for the highest possible targets you can. Would you brag about being posted on a particular target site to your customers? If not, then keep looking for a better target.

4. Low Relevance/Accuracy Infographics

This is a popular strategy many people use to promote their sites. Infographics are cool looking, and they can communicate certain types of information very effectively, which is why they are popular with users and publishers.
However, many people have fallen into cranking out infographics, focusing on volume, not quality. This is another one to stop.
"I would not be surprised if at some point in the future we did not start to discount these infographic-type links to a degree."
I think that low quality infographics (for example, ones with inaccurate information) or low relevance infographics are a natural target for Google, thought these things may be hard for them to detect algorithically. However, infographics may get targeted a bit more broadly as Google has concerns about whether people accepting infographics really care about endorsing the page that they end up linking to.
Important footnote: Algorithmically detecting these types of links is obviously somewhat hard, but when you submit a reconsideration request a human gets involved. Sticks out like a sore thumb to them!

5. Paid Guest Posts

To me, paid guest posts are one of the more obvious ones, but a lot of people still do this. One big flag for this is a site that has a significant number of incoming links from posts that have rich anchor text embedded in the middle of the text.
If you do guest posting work for your clients, you should never pay for any posts. In addition, the links you get your clients should always be simple attribution links at the bottom of the post.
Aim for very high end (brand building caliber) targets. This is the type of branding and link building work a Googler would love.

6. Anchor Text

This one may upset some people. As I predicted in "SEO Revelations for 2013", I believe Google will take action (or more action) against sites that have too much rich anchor text in their backlink profile. You could argue that their EMD update was a step in that direction, but there is much more they can do here.
Some rich anchor text is fine, but when your Reebok ZigNano ProFury sneakers page has 25 links pointing to it, and all the anchor text says "Reebok ZigNano ProFury Sneakers" or some derivative of that it looks a bit manipulated, know what I mean? You might as well paint a bullseye on your back. Human reviewers looking at your reconsideration request will pick this out in a heartbeat.

7. Doorway Pages

An oldie but goodie! These are thin content pages/sites that exist only to capture search traffic and then to get people to go to another site (in this case the site with the penalty).
This is a practice that can a publisher banned all on it own. You need to dump these as fast as you can!

8. International Sites

I always chuckle when I see a site with lots of links from Polish sites where the page is written entirely in Polish and right in the middle somewhere is this rich anchor text phrases in English. Ouch. You might as well go to building 43 at Google wearing a sign with your URL on one side and the words "I am a spammer" on the other.
More broadly, ask yourself: does that international link have any relevance to your brand at all? If you market a product or service solely in the U.S., why would you have any international links? It just doesn't make sense.

9. Blog Carnivals

Stated with an optimistic eye, blog carnivals are communities where people share content, some editorial review is, or isn't, provided by the person running the carnival, and other publishers can then come find articles for publishing on their site.
Unfortunately, Google doesn't like blog carnivals. Like article directories, they have had way too many problems with them being used as link schemes. Best to stay away from these, and any other "marketplace" for content.

10. Poor Quality Content of Any Kind

You can argue about how this might be measured by a search engine. Here is a place where social media signals may add some real value as a signal.
Does your site, or articles you write, get social love? Or, do they get little attention at all? You could also look at the time on page type signals. Do people spend 2 minutes or more on the page, or do they stop by and run off right away?
The authorship initiative by Google is the start of an overt effort on their part to figure out who is publishing quality content. And, as I mentioned in my SEO Revelations article, they are already measuring and acting on time on site signals.
We don't necessarily make people remove these in the process of moving towards a reconsideration request, but we do press them hard to alter their strategy. Publishing content without regard to its quality is bad for your brand, and it will hurt your search rankings one way or another.

Some Overall Rules of Thumb

There are may other types of bad links we have encountered along the way, that I chose not to highlight above. The above list are the 10 most frequent scenarios we encounter and not an exhaustive list!
Here are a few more questions you should ask yourself to determine whether a link is good or not:
  • Is an argument required for you to prove it's a good link? A good link should not be the subject of an argument. No argument is required with good links, when you see a good link you know it right away. Once you start debating whether it could be considered a good link, or justifying it, it isn't.
  • Would you build the link if Google and Bing did not exist? Any good link is something that has value even without search engines.
  • Does the nature of the link enhance your brand in front of your target customers? Would you show it to a target customer as evidence that you are a high-quality, trustworthy business?
  • Did the person giving you the link intend it as a genuine endorsement? If not, Google wants to torch it, and so should you.

Summary

Link building should just be a form of branding and marketing. Reviewing your link profile and identifying the problems is a key part of the process. But, it is only the start. Once you get your penalty removed, you need to adapt your link building efforts to avoid doing these types of things again.

Followers