Bantahan Bagi yang Membolehkan Maulid Nabi (1)

 on Tuesday, February 2, 2016  


Sesungguhnya genderang perang antara haq (kebenaran) dan kebatilan akan terus ditabuh sampai hari kiamat kelak. Dan para dai-dai yang menyeru ke neraka jahannam akan terus memproklamirkan dan menebarkan virus-virus kesesatan di tengah-tengah umat ini dengan segala daya dan upaya. Allah ta'ala berfirman tentang nenek moyang dai-dai tersebut : 

Iblis menjawab : Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.¨ (QS. Al-A'araf: 17-18)

Demikian pula yang dialami oleh para Nabi, mereka selalu mendapat tantangan dari setan-setan dari kalangan manusia dan jin, Allah ta'ala berfirman : 
"Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu manusia" (QS. Al-An'am : 112)

Tapi alhamdulillah, tidaklah dai-dai penyesat dan penipu umat mengeluarkan argumen-argumen dan hujjah mereka melainkan Allah telah menyingkap kebatilan mereka lewat ayat-ayat-Nya dan hadits-hadits Rasul-Nya serta lewat lisan-lisan para ulama ahli sunnah wal jama'ah. Allah ta'ala berfirman : 

"Tidaklah orang-orang yang kafir itu datang kepadamu (membaca) sesuatu yang ganjil (nyeleneh), melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan paling baik penjelasannya." (QS. Al-Furqon : 33). 

Nabi pernah bersabda :
"Ilmu (agama) ini selalu dibawa oleh para (ulama) yang adil disetiap zaman, mereka menangkal setiap penyimpangan orang-orang extrim, (menyingkap) kedustaan orang-orang yang batil dan (membantah) penyelewengan orang-orang yang jahil/bodoh." (Hadits Hasan, lihat ¡§Miftah Daaris Sa¡¦adah oleh Ibnul Qoyyim I/500 Ta¡¦liq dan Takhrij Syaikh Ali bin Hasan)

Pada akhir Rabi'ul Awal ini telah sampai kepada kami sebuah buletin yang bernama "Buletin Sunni" edisi Rabi'ul Awal 1426 H, yang sebenarnya lebih pantas dinamakan buletin bid'i atau sufi, karena didalamnya berisikan seruan kepada kebatilan, bid'ah dan kesyirikan sebagaimana yang akan pembaca temukan sendiri dalam ucapan mereka nanti. Di dalam buletin tersebut ada dua kebatilan yang perlu dan wajib untuk dibantah, yaitu masalah bolehnya tawassul dengan kehormatan Nabi / peninggalan (makam) Nabi dan bolehnya maulud Nabi. Adapun syubhat mereka masalah tawassul akan kita bahas pada edisi yang akan datang -insya Allah- (Lihat artikel sebelumnya, red). 

Untuk melengkapi pembahasan kita di atas yang berkisar masalah maulud Nabi ĉ, maka kita sampaikan bantahan-bantahan -dengan meminta pertolongan kepada Allah ta'ala- terhadap syubhat-syubhat mereka yang sebenarnya lebih lemah dari sarang laba-laba, dan sebenarnya sudah basi serta sudah dibantah oleh para ulama akan tetapi mereka pura-pura tidak tahu atau tidak memahaminya. Sebagai contoh lihat kitab "Hiwar Ma'al Maliki" yang dikarang oleh Syaikh Abdullah bin Sulaiman bin Manik sebagai bantahan atas Alwi Al-Maliki dan alhamdulillah sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul "Dialog bersama Maliki". Silahkan menyimak bantahan ini dengan seksama dan dengan hati terbuka, ikhlas karena Allah serta dalam rangka mencari kebenaran.

"Dan katakanlah : Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman dan barangsiapa yang ingin kafir biarlah ia kafir. Sesungguhnya kami telah sediakan bagi orang-orang dzalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." (QS. Al-Kahfi : 29). Na'udzu billahi min dzalik

# Mereka berkata : 
Kenapa harus ada peringatan maulid? Tentu kalau kita sering membaca dan mengkaji al-Qur'an dan al-hadits jawabannya adalah jelas, antara lain karena Rasulullah, sebelum terlahirkan di dunia yang fana ini selalu diperingati sejarah hidupnya oleh Allah ƒ¹ baik secara tersurat ataupun tersirat sebagaimana yang telah disebutkan oleh beberapa ayat diatas (QS. Ali-Imran : 81 dan Al-A'araf:157). 

Diantara ayat lainnya adalah :
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya (para sahabat) bersikap keras terhadap orang-orang kafir, berkasih sayang sesama mereka : kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhoan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada wajah-wajah mereka dari bekas sujud. Demikianlah perumpamaan mereka dalam taurat dan perumpamaan mereka dalam Injil yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya¡K¡K¡K" (QS. Al-Fath : 29)

Bantahan :
1. Ucapan mereka (jawabannya adalah jelas) Apanya yang jelas??? Yang jelas dalam al-Qur'an dan Sunnah adalah tidak disyari'atkannya perayaan maulid Nabi. Dan yang jelas bagi yang sering membaca dan mengkaji al-Qur'an dan al-Hadits adalah dilarang membuat bid'ah dan setiap bid'ah dalam agama itu sesat dan kesesatan itu tempatnya neraka. 

Allah berfirman : 

"Apakah mereka mempunyai sesembahan-sesembahan selain Allah yang mensyari'atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?" (QS. Asy-Syuura : 42). 

Dan Allah berfirman : 
"Katakanlah: Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya." (QS. Al-Kahfi : 103-104). 

Nabi bersabda:
Artinya: "Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang tidak ada ajarannya dariku maka hal tersebut tertolak" (HR. Muslim). 

Dan beliau juga bersabda : 
"Hati-hatilah/jauhkan dirimu dari hal-hal baru dalam agama, karena hal-hal yang baru dalam agama itu bid'ah dan setiap bid'ah itu sesat." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dll) di dalam riwayat An-Nasa'i (dan kesesatan itu dineraka). 

Itulah yang jelas bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya sedang dia menyaksikannya. 
"Kebenaran itu (jelas) bak mentari, mata-mata ini menyaksikannya"
"Akan tetapi matahari (yang jelas itu) tersembunyi bagi si buta"

2. Kita tidak mengingkari sama sekali keberadaan Rasulullah disebutkan dalam kitab Taurat dan Injil atau diperingati sejarah hidup beliau didalamnya, akan tetapi permasalahnya apakah ada dalilnya peringatan yang kalian lakukan itu, apakah ada contohnya atau anjurannya dari al-Qur'an dan Sunnah ??? bukankah ibadah itu harus ada contohnya dari Rasulullah ??? jika kalian membolehkan peringatan maulid dengan alasan karena Rasulullah ƒâ sebelum terlahir di dunia yang fana ini selalu diperingati sejarah hidupnya oleh Allah ƒ¹ baik secara tersurat maupun tersirat maka mengapa kok kalian tidak sekalian saja memperingati mauludnya para sahabat beliau semua? Bukankah mereka juga diperingati sejarah hidup mereka seperti dalam ayat surat al-Fath yang kalian jadikan dalil itu ???

3. Sebenarnya kalau kalian masih ada perasaan malu tentu kalian tidak berdalil dengan ayat tersebut (al-Fath : 29) untuk membolehkan perayaan maulid, kenapa ? Karena didalam ayat tersebut Allah memuji para sahabat Nabi ĉ, sedangkan para sahabat tidak pernah memperingati maulid nabi ĉ. Allah memuji mereka karena mereka tidak pernah merayakan maulid atau bid'ah bahkan mereka adalah orang-orang yang paling antusias dan paling bersemangat dalam memerangi bid'ah serta bersungguh-sungguh dalam melaksanakan sunnah Rasulullah.

Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata :
"Aku tidak pernah meninggalkan satupun dari Sunnah Rasulullah ĉ melainkan aku amalkan, karena aku takut jika aku meninggalkan sunnah beliau aku akan tersesat." (HR Bukhari 6/227 beserta Fathul Baari 3092-3093)

Umar bin Khottob berkata (Ketika mencium hajar aswad dikala tawaf) : 
"Sesungguhnya aku tahu engkau adalah batu yang tidak bisa memudharatkan dan tidak bisa memberi manfaat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah menciummu maka aku tidak akan menciummu." (Muttafaqun 'alaihi)

Inilah para sahabat yang banyak mendapat pujian dari Allah dan Rasul-Nya, mereka tidak mau beribadah kecuali kalau sudah ada contohnya dari Rasulullah. Apakah kalian ingin mendapatkan keridho'an dan pujian Allah? Ikutilah para sahabat dan tinggalkan maulid serta bid'ah yang kalian lakukan. 

Perhatikanlah firman Allah : 

"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin & Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka & merekapun ridho kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya, mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar" (QS. At-Taubah : 100)

Seandainya perayaan maulid itu baik dan berpahala maka merekalah yang akan merayakannya pertama kali sebelum kalian.

Setiap kebaikan itu hanya ada pada ittiba' (mengikuti salaf/sahabat)...
Dan setiap kejelekan itu hanya ada pada bid'ahnya orang khalaf/terakhir setelah salaf...

# Mereka berkata : 
Disamping ayat-ayat diatas, sebenarnya peringatan maulid sejarah hidup Rasulullah adalah merupakan perintah dari Allah dan Rasul-Nya secara tersurat dan tersirat.

Bantahan :
Ini adalah tuduhan keji kalian (secara tidak langsung) kepada para sahabat dan para Imam-Imam kaum muslimin. Sejak Nabi hidup bersama para sahabat beliau sampai akhir abad keempat Hijriah tidak ada satupun yang pernah merayakan/memperingati maulid Nabi. Berarti mereka semuanya telah meninggalkan perintah Allah dan Rasul-Nya (secara tersurat dan tersirat!!!???) Inikah yang kalian tuduhkan dan yang kalian inginkan??? 

"Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta." (QS.Al-Kahfi : 5). 

Bahkan tuduhan inipun mengena kepada Rasulullah karena beliau adalah orang yang lebih berhak untuk merayakan mauludnya, dan beliau adalah suri tauladan kita. Apakah kalian berani mengatakan bahwa Rasulullah telah meninggalkan perintah Allah (baik secara tersurat dan tersirat)??? Jawablah dengan penuh keberanian dan kejujuran.

# Mereka juga berargumen dengan hal-hal berikut ini :
a. Rasulullah adalah karunia dan rahmat Allah yang paling agung yang dianugerahkan kepada kita. Sebagai bukti kalau Rasulullah Muhammad bin Abdillah adalah karunia dan rahmat Allah yang paling agung ialah firman Allah :

"Dan kami tidak mengutus kamu melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya' : 107)

Bantahan : 
Hal diatas sudah disepakati oleh kaum muslimin, tapi apa hubungannya dengan perayaan maulid Nabi? Bukankah ayat tersebut berkaitan dengan diutusnya Nabi bukan berkaitan dengan kelahiran beliau?? Kok pintar sekali kalian berdalil dengan ayat ini untuk membolehkan perayaan maulud Nabi, sedang ulama tafsir sendiri tidak mengerti akan tafsir kalian ini !!?? Memang kalian hebat ¡K. Dalam mengarang dan mengada-ada ajaran baru dalam agama !!
# Mereka berkata : Oleh sebab itu Allah berfirman : 

¡§Katakanlah : ¡¥Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan¡¦". (QS. Yunus : 58). 

Untuk menampakkan kebahagiaan atas kelahiran/datangnya Rasulullah ĉ banyak caranya ; orang Madinah dengan cara menabuh rebana dan melantunkan pujian ketika Rasulullah tiba di Madinah, sebagaimana dengan melantunkan syair-syair pujian untuk Rasulullah dan kita sekarang dengan mengadakan peringatan maulid atau pembacaan siroh Rasul, seperti Simthud Durar, Diba', Barzanzi, dan lain-lain. Sebagai realita untuk menjalankan perintah Allah dalam surat Yunus ayat 58 diatas.

Bantahan :
1. Penafsiran ayat diatas yang dilakukan mereka adalah penafsiran yang menyimpang dari tafsirnya ulama salaf. Apakah Imam Thobari, Qurtubi, Ibnu katsir dll menafsirkan seperti tafsiran mereka? Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa mereka itu sebenarnya sangat menyimpang dari manhaj salaf/ulama. Ibnu katsir v berkata (tentang tafsir ayat diatas) : 
"Oleh karena Allah telah menurunkan kepada mereka petunjuk dan agama yang benar maka hendaklah mereka bergembira dan ini adalah suatu hal yang lebih pantas untuk mereka bergembira karenanya" (Tafsir Ibnu Katsir 2/402-403)
2. Allah ta'ala tidak pernah menyuruh hamba-hamba-Nya untuk mengkhususkan rasa gembira hanya pada perayaan maulid. Tapi Allah menyuruh mereka bergembira dengan diturunkannya petunjuk & agama yang benar ini kepada Nabi Muhammad. ("Ar-Rod Asy-Syaafii 'alal Jafri" oleh 'Adil bin Ali Al-Furaidan hal. 30)
3. Ucapan mereka : ("Untuk menampakkan kebahagiaan atas kelahiran/datangnya Rasulullah banyak cara¡K..), kita katakan : Ya, memang banyak cara/jalan menuju ke Roma demikian juga banyak jalan menuju ke neraka, tapi jalan ke surga cuma satu yaitu jalannya Rasul dan para sahabat.

Allah berfirman :

"Inilah jalanku yang lurus maka ikutilah dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang banyak maka kalian akan terpecah belah dari jalan-Nya¡K." (QS. Al-An'am : 153).
A. Apakah sahabat pernah melakukan ritual/perayaan yang menunjukkan akan kegembiraan mereka dikala 12 Rabiul Awwal??? Jika tidak, (dan inilah kenyataannya), apakah artinya mereka tidak bergembira dengan kelahiran beliau ???
B. Ucapan kalian di timur (tentang kelahiran) sedang dalil kalian di barat (tentang sambutan dikala datang di Madinah), memang kalian ini asal ngomong aja!!
C. Apakah sahabat pernah menabuh rebana & melantunkan syair-syair pujian rutin setiap tahunnya pada 12 Rabi'ul Awal?
D. Jangan kalian samakan syair-syair pujian sahabat untuk Rasulullah yang murni dan sesuai dengan syari'at dengan pujian-pujian serta sholawat-sholawat kalian terhadap Rasulullah ĉ yang berlebih-lebihan bahkan sampai kepada derajat kesyirikan :

Tidakkah kalian memuji Rasulullah dalam Barzanzi dengan ucapan:
Wahai penolongku wahai pelindungku
Wahai pegangan dan harapanku
Kepadamulah aku berbaik sangka
Wahai pemberi kabar gembira dan peringatan
Wahai penolong dan pelindungku
Dikala kesempitan dan musibah 
Tolonglah aku dan lindungilah aku
Wahai yang menyelamatkan dari neraka
Hambamu yang miskin (dan fakir) ini mengharap
Karuniamu yang luas dan banyak
Hapuslah dosa-dosaku ini 
Ampunilah segala kesalahanku

Laa ilaaha illallahu, kalau semua hal di atas (pujian) ditujukan kepada Rasulullah, maka apa yang tersisa untuk Allah ta'ala? Tidakkah kalian pernah membaca :

"Hanya kepada Engkaulah (Ya Allah) kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan". (QS. Al-Fatihah : 5)

Tidakkah kalian pernah mendengar :
"Katakanlah : aku berlindung kepada Rabb manusia¡¨ (QS. An-Nas : 1)
"Katakanlah : aku berlindung kepada pencipta fajar" (QS. Al-Falaq : 1) 

Apakah kalian tidak pernah membaca firman Allah ta'ala :
"Katakanlah : Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya. Katakanlah : Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan tidak (pula) sesuatu kemanfaatan. Katakanlah : Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun yang dapat melindungiku dari (adzab) Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya" (QS. Al-Jin : 20-22)

Bedakanlah wahai orang yang berakal antara bait-bait di atas dengan ayat-ayat al-Qur'an yang kami sebutkan !!! begitu pula, bedakan antara ayat-ayat tersebut dengan qosidah burdah yang juga mereka lantunkan di saat maulid :

Wahai makhluk yang termulia (Nabi) kepada siapakah aku berlindung
Jika tidak kepadamu ketika musibah besar menimpa(ku)
Jika (Nabi) tidak menolongku di hari kiamat kelak
Dengan karunianya maka aku akan tergelincir (keneraka)
Sesungguhnya dari kedermawananmu (diciptakannya) dunia dan seisinya
Dan diantara ilmumu adalah ilmu lauhul (mahfudz) dan qolam (ghoib)

Kami serahkan kepada pembaca yang budiman untuk menghukumi sendiri qosidah burdah oleh Buushiri ini, apakah syirik atau kufur??
Coba perhatikan bait-bait yang diucapkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya pada perang Khondaq ini apakah sama dengan yang mereka ucapkan? (Dan ini adalah syairnya Abdullah bin Rawahah) : 

Ya Allah seandainya bukan karena Mu kami tidak mendapat petunjuk 
Dan kami tidak dapat bershodaqoh dan tidak bisa sholat
Maka turunkanlah ketenangan kepada kami
Dan kokohkanlah kaki-kaki kami jika kami bertemu dengan mereka
Sesungguhnya musuh telah melampaui batas terhadap kami 
Jika mereka menginginkan fitnah maka kami menolaknya

(HR. Bukhari dalam kitabul Maghoozi, bab Ghozwatul Khondaq 4106).

Bersambung ke edisi berikutnya Insya Allah...
http://www.salafindo.com/viewartikel.php?ID=74
Bantahan Bagi yang Membolehkan Maulid Nabi (1) 4.5 5 Abdullah Al Pinrany Tuesday, February 2, 2016 Sesungguhnya genderang perang antara haq (kebenaran) dan kebatilan akan terus ditabuh sampai hari kiamat kelak. Dan para dai-dai yang ...


Powered by Blogger.