Peluang Amal Jariyah

Peluang Amal Jariyah

Nilai Sebuah Nikmat (1/3)

 on Thursday, November 26, 2015  

Betapa melimpahnya nikmat AIIoh yang dicurahkan kepada hambaNya! Tetapi betapa minimnya syukur hamba kepada Robb mereka! Belum tibakah saatnya bagi segenap hamba untuk bangun dan sadar dari kelalaian mereka selama ini?!

Wahai hamba Alloh, ketahuilah bahwa Alloh telah memberikan karunia kepada kita dengan berbagai kenikmatan yang tak terhingga jumlahnya. Alloh berikan kehidupan, kesehatan, kecukupan, makanan, minuman, pakaian, jabatan, popularitas dan banyak lagi lainnya. Tidakkah kita rasakan?

Dan jika kamu menghitung nikmat Alloh, tidaklah dapat kamu menghitungnya.
Sesungguhnya manusia itu, sangat dhalim dan sangat mengingkah (nikmat
Alloh). (QS. Ibrahim: 34)

Wahai hamba Alloh, Ingatlah, pikirkanlah, renungkanlah nikmat Alloh dan janganlah sekali-kali kita melupakannya!


Maka ingatlah nikmat-nikmat Alloh supaya kamu mendapat keberuntungan.
(QS. Al A’rof: 69).
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
(QS. Al-Baqoroh: 152).


Demikianlah, kenikmatan Alloh terhadap hamba begitu banyak tak terhingga! Namun, bagaimanakah manusia mensikapinya? Bacalah firman Alloh:



Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. (QS. Saba’: 13)

Wahai hamba Alloh, bangunlah dari tidur kita dan kelalaian kita! Sudahilah dan akhirilah semua ini! Janganlah kita mengikuti tipu daya "musuh bebuyutan" kita yang telah mengeluarkan sumpahnya kepada Robb kita:



Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta ‘at). (QS. AI-A’rof: 17)
Dari Ibnu Abbas berkata: Nabi bersabda,


"Dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu padanya, kesehatan dan kelonggaran (waktu)".
1





1 Makna Dan Hakekat Syukur


Syukur tidak cukup hanya sekedar mengucapkan "Al Hamdulillah"
dengan lisannya. Namun lebih luas dari itu, sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Qoyyim dalam kitabnya Madarij Salikin, (2/254), beliau berkata,



"Hakekat syukur terhadap nikmat Alloh adalah menampakkan pujian dengan lisan, kecintaan di hatinya dan ketaatan pada anggota tubuhnya. Syukur dibangun di atas lima landasan utama: ketundukan kepada Alloh, kecintaan kepada-Nya, pengakuan terhadap nikmat-Nya,
pujian kepada-Nya dan tidak menggunakannya dalam kemaksiatan kepada Alloh. Inilah lima landasan syukur.
"Barangsiapa yang tidak melaksanakan salah satu dari lima
landasan tersebut, berarti satu landasan telah hilang darinya".


Imam Ibnu Qudamah juga menjelaskan dalam Minhajul Qosidin
hal. 305,



"Syukur adalah dengan hati, lisan dan anggota badan. Maksudnya dengan hati yaitu dengan meniatkan untuk kebaikan. Dengan lisan yakni dengan menampakkan tanda syukur tersebut dengan ucapan tahmid (AIhamdulillah)
dan dengan anggota badan artinya menggunakan nikmat tersebut dalam ketaatan kepada Alloh serta tidak menggunakannya untuk bermaksiat kepada-Nya.

"Maka termasuk tanda syukur bagi nikmat mata adalah dengan menyembunyikan segala kecacatan saudaramu yang engkau lihat. Dan termasuk syukur terhadap nikmat telinga adalah menyembunyikan segala kecacatan
saudaramu yang telah engkau dengar. Semua ini termasuk syukur terhadap nikmat anggota tubuh".






Catatan Kaki

1

HR. Bukhari no. 6412.
Nilai Sebuah Nikmat (1/3) 4.5 5 Abdullah Al Pinrany Thursday, November 26, 2015 Betapa melimpahnya nikmat AIIoh yang dicurahkan kepada hambaNya! Tetapi betapa minimnya syukur hamba kepada Robb mereka! Belum tibakah saat...


Powered by Blogger.