Amal Orang Cerdas

 on Monday, June 15, 2015  

Bismillah Assalamu Alaikum

 

Meniru Sahabat Utsman bin Affan Radhiyallahu 'Anhu..
1. Mungkin tak pernah terbayang oleh siapa pun, bila ada satu bank di Saudi Arabia yang sampai saat ini menyimpan rekening atas nama UTSMAN BIN AFFAN.
2. Apa kisah sebenarnya di balik pembangunan hotel Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu yang saat ini sedang di bangun dekat Masjid Nabawi..?
Apakah ada anak cucu keturunan Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu saat ini yang membangunnya atas nama moyang mereka..?

Penasaran..?
Ikuti kisahnya berikut ini semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya..
3. Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa 'ala alihi wa sallam hijrah ke Madinah, jumlah kaum muslimin di Madinah semakin bertambah banyak. Salah satu kebutuhan dasar yang mendesak adalah ketersediaan air jernih.
4. Kala itu sumur terbesar dan terbaik adalah "Bi'ru Rumah", milik seorang yahudi pelit dan oportunis yang hanya mau berbagi air sumurnya itu secara jual beli.
5. Mengetahui hal itu, Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu mendatangi si yahudi dan membeli 'setengah' air sumur "Bi'ru Rumah" tersebut. Kemudian Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu mewakafkannya untuk keperluan kaum muslimin.
6. Dengan semakin bertambahnya penduduk muslim, kebutuhan akan air jernih pun kian meningkat. Karena itu, Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu-pun akhirnya membeli 'sisa' air sumur "Bi'ru Rumah" dari si yahudi sehingga menjadi milik Beliau secara penuh. Pada kali ini pun Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu kembali mewakafkannya untuk kaum muslimin.
7. Singkat cerita, pada masa-masa berikutnya, wakaf Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu terus berkembang. Bermula dari sumur terus melebar menjadi kebun nan luas.
Kebun wakaf Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu dirawat dengan baik semasa pemerintahan Daulah Utsmaniyah (Turki Usmani).
8. Setelah Kerajaan Saudi Arabia berdiri, perawatan berjalan semakin baik. Walhasil, di kebun tersebut tumbuh ribuan pohon kurma.
9. Kerajaan Saudi, melalui Kementrian Pertanian, mengelola hasil kebun wakaf Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu tersebut.
Hasil (uang) yang didapat dari panen kurma dibagi dua;
- Setengahnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin.
- Sedang separuhnya lagi disimpan di sebuah bank dengan rekening atas nama Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu.
10. Rekening atas nama Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu tersebut dipegang oleh Kementerian Wakaf.
Dengan begitu 'kekayaan' Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu yang tersimpan di bank terus bertambah. Sampai pada akhirnya dapat digunakan untuk membeli sebidang tanah di kawasan Markaziyah (area eksklusif) dekat Masjid Nabawi.
11. Di atas tanah tersebut, saat ini tengah dibangun sebuah hotel berbintang lima dengan dana masih dari 'rekening' Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu.
Pembangunan hotel tersebut kini sudah memasuki tahap akhir.
Rencananya, hotel 'Utsman bin Affan' radhiyallahu 'anhu tersebut akan disewakan kepada sebuah perusahaan pengelola hotel ternama.
12. Melalui kontrak sewa ini, income tahunan yang diperkirakan akan diraih mencapai juta'an Reyal atau milyaran Rupiah.
Pengelolaan penghasilan tersebut akan tetap sama. Separuhnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Sedang separuhnya lagi disimpan di 'rekening' Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu.
13. Uniknya, tanah yang digunakan untuk membangun hotel tersebut tercatat pada Dinas Tata Kota Madinah atas nama Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu.
14. Masya Allah, saudaraku, itulah 'transaksi' Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu dengan Allah. Sebuah perdagangan di jalan Allah dan untuk Allah telah berlangsung selama lebih 1400 tahun.
Berapa 'keuntungan' pahala yang terus mengalir deras kedalam pundi-pundi kebaikan Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu di sisi Allah Aza Wa Jalla..?
Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa 'ala alihi wa sallam memasuki kebun Ummu Ma’bad, kemudian beliau bersabda: “Wahai Ummu Ma’bad, siapakah yang menanam kurma ini, seorang muslim atau seorang kafir?.”
Ummu Ma’bad berkata: “Bahkan seorang muslim”.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa 'ala alihi wa sallam bersabda:
“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu dimakan oleh manusia, hewan atau burung kecuali hal itu merupakan shadaqah untuknya sampai hari kiamat”.
Dalam riwayat (Imam Muslim) yang lain :
“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman, kecuali apa yang dimakan dari tanaman tersebut merupakan shadaqahnya (orang yang menanam). Dan apa yang dicuri dari tananman tersebut merupakan shadaqahnya. Dan apa yang dimakan oleh binatang buas dari tanaman tersebut merupakan shadaqahnya. Dan apa yang dimakan oleh seekor burung dari tanaman tersebut merupakan shadaqahnya. Dan tidaklah dikurangi atau diambil oleh seseorang dari tanaman tersebut kecuali merupakan shadaqahnya”.
Dalam Riwayat Ibnu Majah :
Dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa 'ala alihi wa sallam bersabda:
"Sebaik-baik sesuatu yang ditinggalkan oleh seseorang setelah (meninggalnya) adalah tiga perkara; anak shaleh yang selalu mendoakannya, sedekah jariyah yang pahalanya (terus mengalir) sampai kepadanya, dan ilmu yang diamalkan setelahnya’. ”

Saudaraku , setiap diri yang menginginkan kesuksesan, keselamatan dan kebahagiaan abadi sungguh sangat patut untuk melakukan amalan-amalan lestari yang pahalanya akan senantiasa mengalir walaupun pelakunya telah meninggal dunia .
Diantara amalan yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia adalah sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih, yaitu :
1. Mengajarkan ilmu bermanfaat atau ikut andil dalam penyebarannya dengan menfasilitasinya.
2. Mengalirkan sungai atau mata air untuk maslahat umum.
3. Menggali sumur.
4. Mensedekahkan/Mewariskan mushaf Al-Qur’an.
5. Membangun masjid atau ikut membantu pembangunannya.
6. Menanam pohon kurma atau pohon yang bermanfaat lainnya
7. Mendidik anak agar menjadi anak shaleh yang berdoa kebaikan untuk kedua orang tuanya.
8. Membangun tempat tinggal untuk yang membutuhkannya, seperti untuk para musafir, janda, anak yatim, fakir miskin, asrama pondok pesantren, dll.
9. Ribath atau menjaga pos pertahanan fi sabilillah.
10. Amal jariyah secara umum, seperti wakaf dan semisalnya.

Subhanallah..! Wahai Saudaraku, kapan kita bisa memberi manfaat kepada orang banyak dan makhluk hidup disekitar kita sebagaimana yang diamalkan sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu dan tentu yang dicontohkan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa 'ala alihi wa sallam..

Semoga kita semua termasuk yang bersegera mengamalkan amalan lestari tersebut sehingga terus mengalir pahalanya hingga hari kiamat..
Amal Orang Cerdas 4.5 5 Abdullah Al Pinrany Monday, June 15, 2015 Bismillah Assalamu Alaikum   Meniru Sahabat Utsman bin Affan Radhiyallahu 'Anhu.. 1. Mungkin tak pernah terbayang oleh sia...


Powered by Blogger.