Peluang Amal Jariyah

Peluang Amal Jariyah

3 Landasan utama

 on Monday, June 29, 2015  

Bismillah Assalamu Alaikum 
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatNya kepada anda. Ketahuilah, bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat masalah, yaitu: 
1. Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islam berdasarkan dalildalilnya. 
2. Amal, yaitu menerapkan ilmu ini. 
3. Da'wah, yaitu mengajak orang lain kepada ilmu ini. 
4. Sabar, yaitu tabah dan teguh dalam mengahadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkan dan berdakwah kepadanya. 
Dalilnya, firman Allah ta’ala: yang artinya
Demi masa. Sesungguhya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat- menasehati supaya menta'ati kebenaran, dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Surah Al- ‘Ashr: 1-3).

Imam Asy-Syafi’i (1) rahimahullahu ta’ala, mengatakan: “Seandainya Allah hanya menurunkan surat ini saja sebagai hujjah buat makhluk-Nya, tanpa hujjah lain, sungguh telah cukup surat ini sebagai hujjah bagi mereka.”

Dan Imam Al-Bukhari (2) rahimahullahu ta’ala, mengatakan: “Bab: Ilmu didahulukan sebelum ucapan dan perbuatan. Dalilnya firman Allah ta’ala: yang artinya:
“Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah
ampunan bagi dosamu.” (QS. Muhammad: 19). 
 Dalam ayat ini, Allah memerintahkan terlebih dahulu untuk berilmu (berpengetahuan)… (3) Sebelum ucapan dan perbuatan.
Allah senantiasa melimpahkan rahmatNya kepada anda. Dan ketahuilah, bahwa wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk mempelajari dan mengamalkan ketiga perkara ini: 
1. Bahwa Allah-lah yang menciptakan kita dan memberi rizki kepada kita. Allah tidak membiarkan kita begitu saja dalam kebingungan, tetapi mengutus kepada kita seorang Rasul; maka barangsiapa mentaati Rasul tersebut pasti akan masuk surga, dan barangsiapa menentangnya pasti akan masuk neraka. Allah ta’ala berfirman: yang artinya

“Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang Rasul yang
menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir’aun, maka Fir’aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.”  
(QS. Al-Muzammil: 15-16). 

 2. Bahwa sesungguhnya Allah tidak rela, jika dalam ibadah yang ditujukan kepada-Nya, Dia dipersekutukan dengan sesuatu apapun, baik dengan seorang malaikat yang terdekat atau dengan seorang Nabi yang diutus menjadi Rasul.
Firman Allah ta’ala:
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah, maka janganlah kamu menyembah
seorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (QS. Al-Jin: 18).

3. Bahwa barangsiapa yang mentaati Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam serta mentauhidkan Allah, tidak boleh mencintai orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, sekalipun mereka itu keluarga terdekat. Allah ta’ala berfirman:yang artinya
Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga
yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.” (QS. Al-Mujadilah: 22). 

Saudaraku, Semoga Allah membimbing anda untuk taat kepada-Nya. Ketahuilah bahwa Islam yang merupakan tuntunan Nabi Ibrahim 'alaihis salam adalah ibadah kepada Allah semata dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, itulah yang diperintahkan Allah kepada seluruh ummat manusia dan hanya untuk itulah sebenarnya mereka diciptakan, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala: yang artinya

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS.AdzDzariyat: 56).

Ibadah, dalam ayat ini, artinya: tauhid. Dan perintah Allah yang paling agung adalah tauhid, yaitu memurnikan ibadah hanya untuk Allah semata. Sedangkan larangan Allah yang paling besar adalah syirik, yaitu: menyembah selain Allah di samping menyembah-Nya. Allah ta’ala berfirman:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.” (QS.AnNisa: 36). 

Kemudian apabila anda ditanya: "apakah tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh manusia? Maka hendaklah anda menjawab: yaitu mengenal Tuhan Allah 'Azza wa Jalla, mengenal agama Islam, dan mengenal Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

3 Landasan utama 4.5 5 Abdullah Al Pinrany Monday, June 29, 2015 Bismillah Assalamu Alaikum  Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatNya kepada anda. Ketahuilah, bahwa wajib bagi kita untuk mendala...


Powered by Blogger.