Meraih Derajat Ihsan

 on Thursday, May 21, 2015  



Al Ustadz Abu Mundzir Jafar Shalih
Pembaca yang budiman, ihsan adalah derajat tertinggi yang dimiliki seorang muslim. Dalam bahasa Arab, ihsan adalah bentuk masdar dari ahsana-yuhsinu, yang artinya: berbuat baik.
Ihsan berkenaan dengan hak sesama adalah mengupayakan kebaikan kepada sesama apakah dengan harta, kedudukan dan lain sebagainya. Sedangkan ihsan berkenaan dengan hak Allah Ta’ala adalah membangun ibadah di atas keikhlasan kepada Allah Ta’ala semata dan sunnah Nabi-Nya. Oleh karena itu tatkala Jibril Alaihis Salam bertanya kepada Nabi kita Sholallahu ‘Alaihi Wasallam, "Apa itu ihsan?" Beliau Sholallahu ‘Alaihi Wasallam menerangkan (yang artinya), "Kamu beribadah kepada-Nya seolah-olah kamu melihatnya, maka apabila kamu tidak melihatnya (ketahuilah) sesungguhnya Dia melihatmu".
Dari sini Al ‘Allammah Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin Rahimahulah menerangkan bahwa ihsan memiliki 2 tingkatan. Yang pertama lebih tinggi dan sempurna dari yang kedua. 
Tingkatan pertama adalah ibadah orang yang cinta, yaitu yang beliau Sholallahu ‘Alaihi Wasallam terangkan dengan sabdanya (yang artinya), "Kamu beribadah kepada-Nya seolah-olah kamu melihat-Nya…."
Tingkatan kedua adalah ibadah orang yang takut, yaitu yang terdapat pada sabdanya (yang artinya), "… maka apabila kamu tidak dapat melihat-Nya (ketahuilah) sesungguhnya Dia melihatmu" ibadah orang yang diperhatikan. Oleh karena itu Allah Subhanahu Wata’ala berfirman (yang artinya), "…dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya" (Ali Imran:28)
Dan banyak sekali kalimat ihsan yang Allah Ta’ala sebutkan dalam Al Qur’an, diantaranya firman Allah (yang artinya), "Bagi orang-orang yang berbuat ihsan (baik), ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak pula kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya"  (Yunus:26)
Dan yang dimaksu dengan "tambahannya" di dalam ayat di atas adalah seperti yang dijelaskan Nabi kita Sholallahu ‘Alaihi Wasallam, yaitu melihat wajah Allah Ta’ala di surga. Dan haditsnya terdapat dalam Shahih Muslim.

Al Hafidz Ibnu Rajab Rahimahullah menerangkan, "Balasan ini sangat sesuai diberikan kepada ahli ihsan, karena ihsan adalah seorang mukmin beribadah kepada Rabb-nya di dunia dengan penuh kehadiran hati dan muraqabah (merasa diperhatikan) seolah-olah ia melihat-Nya dengan hatinya dan menatap kepada-Nya di saat-saat ibadahnya. Maka balasannya adalah benar-benar melihat wajah Allah Ta’ala di akhirat. Dan kebalikannya adalah balasan yang Allah kabarkan diberikan kepada orang-orang kafir di akhirat, "Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka" (Al Muthafifin: 15)
Allah Ta’ala jadikan yang demikian sebagai balasan atas keadaan mereka di dunia, yaitu bertumpuknya dosa di atas hati-hati mereka hingga menutupinya dari mengenal-Nya dan muroqobah-Nya di dunia. Sehingga balasan mereka atas yang demikian adalah terhalangnya penglihatan mereka dari melihat wajah Allah Ta’ala di akhirat" (Jami’ul ‘Ulum Wal Hikam 30-40)
Wallahu ‘alam bishawab 

Sumber: Majalah As Salam
Edisi No IV / Tahun II - 2006 M / 1427 H
Meraih Derajat Ihsan 4.5 5 Abdullah Al Pinrany Thursday, May 21, 2015 Al Ustadz Abu Mundzir Jafar Shalih Pembaca yang budiman, ihsan adalah derajat tertinggi yang dimiliki seorang muslim. Dalam bahasa...


Powered by Blogger.