Peluang Amal Jariyah

Peluang Amal Jariyah

Bersikap Moderat dan Menjauhi Perilaku Ekstrim

 on Thursday, April 2, 2015  


Aksi-aksi perusakan dan penganiayaan berkedok dakwah dan jihad tak jarang kita saksikan melalui media-media. Pengkafiran penguasa muslim, peledakan bom, pembunuhan duta besar negara lain, demonstrasi hingga kudeta.

Tidak sedikit dari peristiwa semacam itu, melibatkan oknum para pemuda ‘yang gemar ribut-ribut dan berbau kematian‘. Sikap ekstrim dalam beragama seolah telah mendarah daging dalam hati dan perilaku mereka. Akankah masa depan umat ini dipikul oleh para pemuda seperti mereka? Wal ‘iyażu billāh

Seorang ulama besar dan imam Ahlus Sunnah abad ini, Syaikh Abdul ‘Azīz bin Bāz raimahullāh pernah ditanya,

 “Sebagian pemuda memiliki semangat yang berlebihan dari yang semestinya dan menempuh jalan/pemahaman ke arah sikap ekstrim. Apa nasihat Anda untuknya?”

Maka, beliau menjawab:
Wajib bagi para pemuda maupun selain mereka untuk waspada dari perbuatan yang mengarah kepada kekerasan, melampaui batas, dan sikap ekstrim karena firman Allāh subānahu wa ta’ālā menegaskan (yang artinya),
“Wahai ahli kitab, janganlah kalian bersikap ghuluw (melampaui batas) dalam agama kalian.” (QS. An-Nisā`: 171).
Dan juga berdasarkan firman-Nya ‘azza wa jalla (yang artinya),
“Maka disebabkan rahmat dari Allāh pula kamu bersikap lembut kepada mereka, sebab seandainya kamu berhati keras dan kasar niscaya mereka akan bubar dan menjauh darimu.” (QS. Ali ‘Imran: 159)
Selain itu, terdapat firman Allah ‘azza wa jalla kepada Musa dan Harun, tatkala mereka berdua diutus oleh-Nya untuk menemui Fir’aun. Allāh berfirman (yang artinya),
“Maka, katakanlah oleh kalian berdua kepadanya dengan ucapan yang lembut, “mudah-mudahan dia mau ingat atau merasa takut.”” (QS. āha: 144).


Fir'aun yang merupakan orang yang paling kufur dan kejam di dunia Nabi Musa di suruh berlemah lembut, apalagi jika kita ingin menasehati pemerintah atau sesama muslim sendiri, maka kita wajib melakukannya dengan lemah lembut. Demikian pula, berdasarkan sabda Nabi allallāhu ‘alaihi wa sallam,
Celakalah orang-orang yang suka melampaui batas.” Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali (HR. Muslim)
Begitu pula sabda beliau allallāhu ‘alaihi wa sallam,
“Jauhilah oleh kalian sikap ekstrim dalam beragama karena sesungguhnya penyebab kebinasaan umat-umat sebelum kalian adalah sikap ekstrim dalam beragama.” (HR. Ahmad dan sebagian penyusun kitab Sunan dengan sanad ḥasan)
Oleh sebab itu, aku berpesan kepada segenap da’i agar mereka tidak terjerumus dalam sikap berlebih-lebihan dan perilaku ghuluw (ekstrim) karena yang wajib mereka tempuh adalah sikap moderat/pertengahan, yaitu dengan cara meniti jalan/manhaj yang telah digariskan oleh Allāh; berdasarkan hukum Kitab-Nya dan ajaran Sunnah Nabi-Nya allallāhu ‘alaihi wa sallam.

Majmū’ Fatāwā wa Maqālāt Mutanawwi’ah Juz 5
Sumber:
  • Fatwa: http://ibnbaz.org/mat/1788
  • Referensi gambar: http://ow.ly/fX5xM
Bersikap Moderat dan Menjauhi Perilaku Ekstrim 4.5 5 Abdullah Al Pinrany Thursday, April 2, 2015 Aksi-aksi perusakan dan penganiayaan berkedok dakwah dan jihad tak jarang kita saksikan melalui media-media. Pengkafiran penguasa musl...


Powered by Blogger.