Peluang Amal Jariyah

Peluang Amal Jariyah

Studi Kritis Atas Dalil-Dalil Tawasul (1)

 on Friday, March 6, 2015  


Saudaraku, marilah kita sementara melepaskan persepsi-persepsi kita yang telah ada mengenai tawassul dengan para nabi, wali atau orang saleh yang telah meninggal. Atau kita meragukan dulu, apa persepsi kita selama ini benar atau salah. 

Hal ini sebagaimana yang dikatakan Imam Ghazali, “Barangsiapa yang tidak ragu, ia tidak akan mendapat ilmu baru.” Mari kita mencoba mempelajarinya dengan kode etik ilmiah. Jangan jadikan ukuran kebenaran itu karena tokoh atau ulama tertentu telah melakukannya. 

Imam Ali pernah berkata, “Ketahuilah kebenaran, maka kamu akan mengetahui siapa-siapa  yang benar dan jangan kamu ketahui kebenaran berdasarkan figur-figur.” Sesungguhnya yang terjaga dari kesalahan hanyalah para nabi. Adapun selain para Nabi, sangat mungkin mengalami kesalahan. Imam Dzahabi ketika mengomentari Imam Ghazali, mengatakan, “Lautan ilmu. Namun, tidak syarat ulama itu terlepas dari kesalahan.”

Oleh karena  itu, marilah kita mempelajari dalil-dalil tawasul. Apakah tawasul (khususnsya dengan orang yang telah  meninggal) memiliki argumen yang kuat atau sebaliknya.

Saudaraku, kelompok yang bertawasul dengan para Nabi dan wali yang telah meninggal menggunakan dalil-dalil dari Al-Qur`an, hadits, dan qiyas atau akal. Di bawah ini kami sebutkan dalil-dalil mereka beserta jawabannya.
Dalil pertama: Perintah Allah agar kita berwasilah.
Dalam Al-Qur`an Allah swt berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (al-Ma`idah: 35)

Jawaban:
Untuk mengetahui tafsir ayat kita harus merujuk kepada salafush-shaleh, utamanya sahabat dan tabi’in. Karena kepada mereka lah pertama kali ayat-ayat Al-Qur`an diturunkan. Mari kita dengarkan keterangan para ahli tafsir.
قال ابن عباس : الوسيلة هي القربة وكذا قال مجاهد وأبو وائل والحسن وقتادة والسدي وابن زيد وغيرهم.

“Ibnu Abbas berkata, ‘Al-Wasilah adalah ibadah.’ Demikian juga Mujahid, Abu Wail, Al-Hasan, Qatadah, As-Sadi, Ibnu Zaid dan lainnya menafsirkan.”[1]

Tidak diragukan lagi bahwa tawasul dengan ibadah adalah diperbolehkan karena ibadah termasuk bagian dari amal saleh dan amal saleh boleh dijadikan sebagai wasilah.

 Karena itu, bertawasul dengan orang yang telah meninggal dengan menggunakan dalil di atas tidak tepat, karena wasilah dalam ayat di atas berarti ibadah. Dan ibadah itu harus berdasarkan  ittiba’syara’.

[1At-Tawashshul ila Haqiqah at-Tawassul, 1/176.
Studi Kritis Atas Dalil-Dalil Tawasul (1) 4.5 5 Abdullah Al Pinrany Friday, March 6, 2015 Saudaraku, marilah kita sementara melepaskan persepsi-persepsi kita yang telah ada mengenai tawassul dengan para nabi, wali atau orang...


Powered by Blogger.