Peluang Amal Jariyah

Peluang Amal Jariyah

Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (2)

 on Monday, March 16, 2015  

Bismillah Artikel ini adalah Sambungan dari Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (1)

AL-FIRQOTUN NAJIYAH ADALAH AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH

Pada masa kepemimpinan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, kaum muslimin itu adalah umat yang satu, sebagaimana yang difirmankan Allah ta'ala :

]إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ [ (92) سورة الأنبياء
“sesungguhnya kalian ini adalah umat yang yang satu, dan Aku (Allah) adalah Robb kalian, maka beribadahlah kepada-Ku”.( QS. Al Anbiyaa: 92)

Maka kemudian sudah beberapa kali kaum yahudi dan munafiqun berusaha memecah belah kaum muslimin pada zaman Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, namun mereka belum pernah berhasil. orang munafiqun berkata seperti yang dikisahkan oleh Allah ta’ala:

]لا تُنفِقُوا عَلَى مَنْ عِندَ رَسُولِ اللَّهِ حَتَّى يَنفَضُّوا[ (7) سورة المنافقون
“Janganlah kamu berinfaq kepada orang-orang yang berada di sisi Rasulullah, supaya mereka bubar”.

Yang kemudian dibantah langsung oleh Allah ta’ala ( pada lanjutan ayat yang sama ):


] وَلِلَّهِ خَزَائِنُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لا يَفْقَهُونَ[(7)سورة المنافقون
“pada hal milik Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, akan tetapi orang-orang munafiq itu tidak mengetahui.( QS.munafiqun : 7)

Demikian pula, kaum yahudipun berusaha memecah belah dan memurtadkan mereka dari agama mereka:

]وَقَالَت طَّآئِفَةٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمِنُواْ بِالَّذِيَ أُنزِلَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُواْ وَجْهَ النَّهَارِ وَاكْفُرُواْ آخِرَهُ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ[ (72) سورة آل عمران
“Segolongan (lain) dari Ahli Kitab telah berkata (kepada sesamanya) : “ (pura-pura) berimanlah kamu kepada apa yang diturunkan kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang yang beriman (para shahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah pada akhirnya, mudah-mudahan (dengan cara demikian) mereka (kaum muslimin) kembali kepada kekafiran”.( QS, Ali Imran : 72)

Walaupun demikian, makar yang seperti itu tidak pernah berhasil kerena Allah menelanjangi dan menghinakan usaha mereka.

Kemudian mereka berusaha untuk kedua kalinya, mereka berusaha kembali memecah belah kesatuan kaum muslimin (Muhajirin dan Anshar) dengan mengipas-ipas kaum Anshar tentang permusuhan di antara mereka sebelum datangnya Islam dan perang syair di antara mereka. Allah membongkar makar mereka dalam firmanNya :
]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوَاْ إِن تُطِيعُواْ فَرِيقًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ يَرُدُّوكُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ [(100) سورة آل عمران
“Hai orang-orang yang beriman, jika kalian mengikuti segolongan orang-orang yang diberi Al Kitab niscaya mereka akan mengembalikan kalian menjadi orang kafir sesudah kalian beriman”. (QS. Ali Imran : 100)

Sampai pada firman Allah ta’ala :
] يومَ تبيضُّ وجوهٌ وتسودُّ وجوهٌ [
“Pada hari yang di waktu ada wajah-wajah berseri-seri, dan muram…”. (QS. Ali Imran : 106)

Maka kemudian Nabi shalallahu alaihi wa sallam mendatangi kaum Anshar menasihati dan mengingatkan mereka akan nikmat Islam, dan bersatunya mereka melalui Islam , sehingga pada akhirnya mereka saling bersalaman dan berpulukan kembali setelah hampir hampir terjadi perpecahan, dengan demikian gagallah pula makar yahudi, dan tetaplah kaum muslimin berada dalam persatuan .

Allah memang memerintahkan mereka untuk bersatu di atas Al Haq dan melarang perselisihan  dan perpecahan, sebagaimana firmanNya:

]وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَاخْتَلَفُواْ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ الْبَيِّنَاتُ[(105) سورة آل عمران
“Dan jamganlah kamu menyerupai orang-orang yang berpecah belah dan berselisih sesudah datangnya keterangan yang jelas”( QS. Ali Imran : 105)

Dan firmanNya pula :
]وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ [ (103) سورة آل عمران
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali ( agama ) Allah , dan janganlah kamu berpecah-pecah” ( QS. Ali Imaran : 103)

Dan sesungguhnya Allah telah menyariatkan persatuan kepada mereka dalam melaksanakan berbagai macam ibadah; seperti shalat, dan shiyam, menunaikan haji dan dalam mencari ilmu, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam telah memerintahkan kaum muslimin ini agar bersatu dan melarang mereka dari perpecahan dan perselisian. Bahkan beliau telah memberikan suatu berita yang berisi anjuran untuk bersatu dan larangan untuk berselisih, yakni berita tentang akan terjadinya perpecahan pada umat ini sebagaimana hal tersebut telah terjadi pada umat-umat sebelumnya, sabda Beliau shalallahu alaihi wa sallam :

" فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي "
“Sesungguhnya barang siapa yang masih hidup di antara kalian dia akan melihat perselisihan yang banyak, maka berpegang teguhlah kalian dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk setelah Aku” ( ).
Dan sabdanya pula :

"افترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة وافترقت النصارى على اثنين وسبعين فرقة وستفترق هذه الأمة على ثلاث وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة. قلنا : من هي يا رسول الله ؟ قال من كان على مثل أنا عليه اليوم وأصحابي.
“Telah berpecah kaum yahudi menjadi tujuh puluh satu galongan , dan telah berpecah kaum nashrani menjadi tujuh puluh dua galongan , sedang umatku akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan , semuanya akan masuk neraka kecuali satu. Maka kamipun bertanya: siapakah yang satu ini ya Rasulullah ? beliau menjawab : yaitu barang siapa yang berada pada apa-apa yang aku dan para shahabatku jalani ini” ( ).

Sesungguhnya telah nyata apa-apa yang telah diberitakan Rasulullah  maka berpecahlah umat ini pada akhir generasi sahabat walaupun perpecahan tersebut tidak berdampak besar pada kondisi umat semasa generasi yang dipuji oleh Rasulullah dalam sabdanya :
" خيركم قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم "
“Sebaik baik kalian adalah generasiku, kemudian generasi yang dating sesudahnya, kemudian yang datang sesudahnya” ( HR. Bukhari:3/3650. dan Muslim : 6/ 86)

Perawi hadits ini berkata: “saya tidak tahu apakah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam menyebut setelah generasinya dua atau tiga generasi”.

Yang demikian tersebut bisa terjadi karena masih banyaknya ulama dari kalangan muhadditsin, mefassirin, dan fuqaha. Mereka termasuk sebagai ulama tabiin dan pengikut para tabiin serta para imam yang empat dan murid-murid mereka. Juga disebabkan masih kuatnya daulah-daulah Islamiyyah pada abad-abad tersebut sehingga firqah-firqah menyimpang yang mulai ada pada waktu itu mengalami pukulan yang melumpuhkan baik dari segi hujjah maupun kekuatannya.

Setelah berlalunya abad-abad yang dipuji ini bercampurlah kaum muslimin dengan pemeluk beberapa agama-agama yang bertentangan . diterjemahkan kitab ilmu ajaran kuffar dan para raja Islampun mengambil beberapa kaki tangan pemeluk ajaran kafir untuk dijadikan menteri dan penasihat kerajaan, maka semakin dasyatlah perselisihan dikalangan umat dan percampurlah berbagai ragam golongan dan ajaran. 

Begitulah madzhab-madzhab yang bathilpun ikit bergabung dalam rangka merusak persatuan umat. Hal itu terus berlangsung hingga zaman kita sekarang dan sampai masa yang dikehendaki Allah. Karena Al Firqatun Najaih Ahlus Sunnah Wal Jamaah masih tetap berpegang teguh dengan ajaran Islam yang benar dan berjalan di atasnya, dan menyeru kepadanya, bahkan akan tetap berada dalam keadaan demikian sebagaimana diberitakan dalam hadits Rasulullah tentang keabadiannya, keberlangsungannya dan ketegarannya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah demi langgengnya hujjah atas para penentangnnya.

Sesungguhnya kelompok kecil yang diberkahi ini berada di atas apa-apa yang pernah ada semasa para sahabat radhiyallahu 'anhu, bersama Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam baik dalam perkataan, perbuatan, maupun keyakinannya seperti yang disabdakan oleh beliau:
" هم من كان على مثل ما أنا عليه اليوم وأصحابي "

“Mereka yaitu barang siapa yang berada pada apa-apa yang aku dan para sahabat jalani hari ini”

Sesungguhnya mereka itu adalah sisa-sisa yang baik dari orang-orang yang tentang meraka Allah telah firmankan :

]فَلَوْلاَ كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِن قَبْلِكُمْ أُوْلُواْ بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الأَرْضِ إِلاَّ قَلِيلاً مِّمَّنْ أَنجَيْنَا مِنْهُمْ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُواْ مَا أُتْرِفُواْ فِيهِ وَكَانُواْ مُجْرِمِينَ[ (116) سورة هود
“Maka mengapakah tidak ada umat-umat sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan (keshalehan) yang melarang dari berbuat kerusakan di muka bumi kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah kami selamatkan di antara mereka, dan orang –orang yang dzalim hanya mementingkan kemewahan yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa” ( QS. Huud : 116).

Bersambung insya Allah....
Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (2) 4.5 5 Abdullah Al Pinrany Monday, March 16, 2015 Bismillah Artikel ini adalah Sambungan dari  Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (1) AL-FIRQOTUN NAJIYAH ADALAH AHLUS...


Powered by Blogger.