Mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan yang mendapat petunjuk

 on Monday, March 9, 2015  


Maka - kalau begitu - keamanan yang hakiki itu adalah aman dari hal-hal yang menakutkan, aman dari siksa, dan kesengsaraan, serta hidayah kepada jalan yang lurus...

Mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk” 
Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi Al Atsari

Banyak manusia pada saat ini, mereka hidup dalam gambaran kecemasan, dan ketakutan …kengerian…dan kehati-hatian….dan mereka tidak mengetahui sebab yang pasti dari ini semua, sesungguhnya hanyalah hal itu (timbul) dari perasaan didalam yang menggoda mereka, baik itu dijalan, dirumah dan benteng mereka, atau dalam kehidupan mereka, dan saat kepergian dan kedatangan mereka (dari bepegian). Dan kalaulah mereka memandang dengan pandangan yang tinggi dan cermat…tentulah mereka akan mengetahui bahwa sebab utama jauhnya mereka dari keamanan…dan tenggelamnya mereka dalam kebalikannya adalah : jauhnya mereka dari jalan menetapi hukum-hukum Allah.


Allah berfirman : “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk” (al-An’am : 82)


Maka keamanan…dan petunjuk…adalah dua hal yang berdekatan…tidak akan berpisah…jika lenyap salah satu dari keduanya maka lenyaplah yang lain…bahkan jika salah satu dari keduanya tipis maka tipislah yang lain.

Maka keamanan yang hakiki …bukanlah (didapat) dengan banyaknya pasukan dan tentara…dan bukanlah (didapat) dengan banyaknya penjaga dan senjata…sesungguhnya keamanan hakiki hanyalah timbul dari jiwa mutmainnah (jiwa yang tenang), jiwa yang meridhai Allah sebagai pencipta, meridhai Islam sebagai agama, dan meridhai Muhammad sebagaii Nabi dan Rasul.

Maka - kalau begitu - keamanan yang hakiki itu adalah aman dari hal-hal yang menakutkan, aman dari siksa, dan kesengsaraan, serta hidayah kepada jalan yang lurus.
Maka jika mereka tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman secara mutlak, tidak (mencampurkan keimanan mereka) dengan kesyirikan dan maksiat, maka mereka memperoleh keamanan dan hidayah yang sempurna.

Dan jika mereka tidak mencampur keimanan mereka dengan kesyirikan saja, akan tetapi mereka melakukan perbuatan yang buruk, maka mereka memperoleh pokok hidayah, dan pokok keamanan, walaupun tidak mendapakan kesempurnaan keamanan dan hidayah.
Dan pengertian ayat yang mulia itu (al-An’am : 82) bahwasanya mereka yang tidak memperoleh dua perkara ini (keiman an, dan tidak mencampurkan iman mereka dengan kezaliman), maka mereka tidak memperoleh hidayah dan keamanan, justru yang mereka dapatkan adalah kesesatan dan kebinasaan.

Dan ayat yang agung ini (al-An’am : 82) menjelaskan kepada kita pemahaman yang nyata pada firman Allah :
“Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu” (Ali Imran : 151)


Ini (terjadi) didunia, walaupun mereka (orang-orang kafir) mempunyai benteng yang sangat tinggi lagi kokoh serta terjaga, dan mempunyai persenjatan, tentara, penjagaan dan kekuasaan…
Adapun kelak diakhirat :
“Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim” (Ali Imran : 151)

Dan janji yang benar datangnya dari Allah yang Haq kepada orang-orang yang beriltizam (berpegang teguh) untuk mendapat keamanan yang Haq :

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku” (an-Nur : 55)

“Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?" (al-An’am : 81)

Orang yang mendapatkan hidayah dan keyakinan…
ataukah orang yang berbuat kerusakan dan pelindung-pelindungnya orang musrik !?
ataukah pengikut-pengikut mereka dari kalangan orang-orang yang berbuat kerusakan dan semisal orang-orang munafik !?

Diterjemahkan dari majalah al ashalah edisi 3 hal 7-8

Maraji':
Majalah al-Ashalah
http://www.salafi.or.id/viewartikel.php?pid=30
Mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan yang mendapat petunjuk 4.5 5 Abdullah Al Pinrany Monday, March 9, 2015 Maka - kalau begitu - keamanan yang hakiki itu adalah aman dari hal-hal yang menakutkan, aman dari siksa, dan kesengsaraan, serta hi...


Powered by Blogger.