Kerugian Yang Sebenarnya

 on Tuesday, March 17, 2015  


Sahabat seakidah, para pemuda muslim yang dirahmati Allāh. Setiap orang tentu ingin hidupnya sukses dan beruntung. Tidak ada orang yang suka bangkrut, bisnisnya gagal, atau usahanya merugi. Namun, ada satu hal yang luput dalam pikiran banyak orang; bahwa hakikat kerugian bukanlah hilangnya harta, luka yang menganga, kehilangan massa, atau wafatnya kekasih tercinta.

Allāh ta’ālā berfirman (yang artinya),

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam menetapi kesabaran.” (QS. al-’Aṣr: 1-3)

Prof.Dr. Sulaimān al-Lāhim berkata, “Sesungguhnya hakikat kerugian yang sebenarnya adalah tatkala orang mengalami musibah dalam hal agamanya. Karena keempat sifat yang disebutkan -di dalam surat ini- adalah perkara-perkara yang berkaitan dengan agama. Bukanlah kerugian itu ketika seorang mengalami musibah pada harta, jiwa, keluarga, anak, kerabat, ataupun temannya. Sama saja, apakah hal itu terjadi karena jatuh sakit ataupun meninggal. Maka, ini semuanya -walaupun ia termasuk kategori musibah- hanya saja kerugian terparah dan musibah terbesar adalah ketika seorang insan mengalami musibah dalam hal agamanya. Sehingga dia meninggal -wal ‘iyadzu billah- di atas kekafiran, atau mati dalam keadaan bergelimang dengan kemaksiatan…” (lihat Ribhu Ayyāmil ‘Umuri fi Tadabburi Sūratil ‘Aṣri, hal. 22)

Ini artinya, orang yang benar-benar beruntung adalah yang di dalam dirinya terdapat empat karakter berikut: iman, amal salih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran. Oleh sebab itu, semua orang adalah rugi kecuali mereka yang memiliki keempat sifat ini (lihat Ribhu Ayyāmil ‘Umuri fi Tadabburi Sūratil ‘Aṣri, hal. 24)

Allāh ta’ālā telah mengingatkan dalam firman-Nya (yang artinya), “Katakanlah: Sesungguhnya orang-orang yang merugi adalah orang yang merugikan dirinya sendiri dan keluarganya pada hari kiamat. Ketahuilah, sesungguhnya itulah kerugian yang amat nyata.” (QS. az-Zumar: 15)

Oleh sebab itu, ‘Umar bin Al-Khaṭṭābraḍiyallāhu’anhu berpesan kepada kita, “Jika kamu melihat orang yang mengajakmu berlomba-lomba dalam urusan dunia, ajaklah dia berlomba-lomba dalam urusan akhirat.” (lihat Ribhu Ayyāmil ‘Umuri fi Tadabburi Suratil ‘Aṣri, hal. 28)

Ibnu Taimiyah raḥimahullāh berkata, “Sesungguhnya di dunia ini terdapat surga. Barangsiapa yang tidak memasukinya, dia tidak akan masuk ke surga akhirat.” (lihat Ribhu Ayyāmil ‘Umuri fi Tadabburi Suratil ‘Aṣri, hal. 31)

Malik bin Dinar raḥimahullāh berkata,

“Para pemuja dunia telah keluar meninggalkan dunia, sedangkan mereka belum merasakan sesuatu yang paling nikmat di dalamnya.”
Orang-orang bertanya, “Apakah itu wahai Abu Yahya (nama kunyah Malik bin Dinar-ed)?”

Beliau menjawab, “Mengenal Allāh ‘azza wa jalla.” (lihat Sittu Durar min Uṣul Ahli al-Aṡar, hal. 28 cet. Dār al-Imām Aḥmad)

Allāh ta’ālā berfirman (yang artinya), “Barangsiapa taat kepada Allāh dan Rasul-Nya, merasa takut kepada Allāh serta bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. an-Nūr: 52)

Wallāhu a’lam biṣ ṣawāb.

 artikel: www.pemudamuslim.com
Kerugian Yang Sebenarnya 4.5 5 Abdullah Al Pinrany Tuesday, March 17, 2015 Sahabat seakidah, para pemuda muslim yang dirahmati Allāh. Setiap orang tentu ingin hidupnya sukses dan beruntung. Tidak ada orang yan...


Powered by Blogger.