Peluang Amal Jariyah

Peluang Amal Jariyah

Jika Musibah Tak Kunjung Berlalu

 on Thursday, March 19, 2015  


Bagaimanakah sikap seorang muslim yang benar dalam mengaplikasikan tawakkal manakala dia ditimpa musibah, lalu musibah itu tidak kunjung pergi darinya, seperti sakit-sakitan atau terus kekurangan harta, setelah berikhtiar namun Allāh Subḥānahu wa Ta’ālā tidak kunjung melepaskan musibah tersebut dari dirinya? Bagaimanakah sikap yang benar dalam bertawakkal?

Syaikh ‘Abdurrāzzaq bin ‘Abdul Mushin Al Badr hafiẓahumallāh menjawab :

Aku ingatkan drinya tentang sebuah hadits yang valid dari Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

لا يقضي الله للعبد المؤمن قَضَاءً إِلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ

“Tidaklah Allāh menakdirkan sesuatu untuk seorang hamba yang beriman, kecuali itulah yang terbaik baginya”

Maka, hendaknya dia bersabar dan mengharapkan pahala dari musibah yang menimpanya dan teruslah berusaha untuk mengubah kondisi yang ada pada dirinya. Dan hendaknya dia bertawakkal kepada Allāh Subḥānahu wa Ta’ālā, serta senantiasa berharap adanya perubahan kondisi pada dirinya.

Maka, dia wajib untuk bersabar atas ujian dan cobaan yang menimpa dirinya. Patut diketahui bahwa musibah yang menimpa dirinya tidaklah menunjukkan bahwa dia adalah orang yang terhina dan bukan orang yang dimuliakan di sisi Allāh. Bahkan, boleh jadi musibah yang menimpa dirinya akan meninggikan derajatnya di sisi Allāh Subḥānahu wa Ta’ālā jika dia bersabar. Rasulullāh ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَ ذَلكَ لا يكون إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ

“Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman. Seluruh perkaranya adalah baik.  Jika ia diberikan kebaikan, dia bersyukur. Maka itulah yang baik baginya. Adapun jika ia ditimpa musibah, dia bersabar. Maka, itulah yang baik baginya. Hal ini tidaklah ada kecuali pada diri seorang mukmin”

(Ditranskrip secara bebas dari rekaman ceramah beliau pada sesi tanya-jawab yang berjudul “Hakikat Tawakkal” yang diterjemahkan oleh Ustadz Firanda. Rekaman kajiannya bisa di download di kajian.net)

Beberapa pelajaran yang dapat diambil:

1. Semua takdir dan keputusan Allāh bagi seorang hamba, itulah yang terbaik bagi dirinya meskipun menurut anggapannya tidak baik. Allāh adalah Żat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Tentu Sang Pencipta lebih tahu mana yang terbaik untuk ciptaan-Nya.

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal itu baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagi kalian. Allāh mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui”

(QS. Al Baqārāh : 216)

2. Seseorang wajib untuk bersabar atas musibah yang menimpa dirinya, terus menggantungkan hati kepada Allāh, dan senantiasa berusaha untuk mengubah kondisi yang ada pada dirinya. Inilah tawakkal yang benar. Jika musibah yang menimpanya tidak kunjung pergi, hendaknya terus dan terus berusaha serta berharap kepada Allāh, Żat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Janganlah berputus asa dari rahmat-Nya.
لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

“Janganlah kalian putus asa dari rahmat Allāh” (QS. Az Zumar : 53)

3. Musibah yang menimpa seorang mukmin, tidaklah serta merta menunjukkan bahwa dia adalah orang yang rendah dan hina di sisi Allāh. Bahkan, jika dia bersabar, Allāh akan meninggikan derajatnya dan memberikan ganjaran tak terhingga untuknya.

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Hanya orang-orang yang bersabar yang disempurnakan ganjarannya tanpa batas” (QS. Az Zumar : 10)

 artikel: www.pemudamuslim.com

 * sumber ilustrasi gambar: http://ht.ly/eIygK
Jika Musibah Tak Kunjung Berlalu 4.5 5 Abdullah Al Pinrany Thursday, March 19, 2015 Bagaimanakah sikap seorang muslim yang benar dalam mengaplikasikan tawakkal manakala dia ditimp...


Powered by Blogger.