Peluang Amal Jariyah

Peluang Amal Jariyah

Fitnah Pemuda di Bangku Kuliah

 on Thursday, March 5, 2015  


SOAL:
Assalamu’alaikum. Ustadz, saya seorang pemuda yang masih kuliah. Bagaimana caranya agar terhindar dari fitnah wanita? Karena saya merasa sulit sekali menghindarinya. Apa nasihat Ustadz?
(X, Bumi Alloh, +6285648xxxxxx)

JAWAB:
Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh.
Kuliah pada umumnya bercampur antara mahasiswa dan mahasiswi, demikian pula dosennya, kecuali di lembaga pendidikan yang benar-benar ingin mengajarkan dienul Islam yang benar. Kuliah yang ada campur baurnya antara laki-laki dan perempuan seperti ini bahayanya banyak sekali.
Di antaranya, saling memandang dengan lain jenis yang bukan mahromnya, yang mana perbuatan ini hukumnya haram.

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, karena yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. an-Nur [24]: 30)
Wanita yang keluar rumah biasanya berhias diri untuk dilihat pria yang bukan mahromnya, perbuatan ini haram juga.

Dan janganlah wanita muslimah itu menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka…. (QS. an-Nur [24]: 31)

?Wanita yang keluar rumah dan berjumpa dengan pria lain, apalagi kekasihnya, biasanya tersenyum bahkan mengalunkan suaranya. Perbuatan ini hukumnya haram (baca surat al-Ahzab ayat no. 32).
Wanita yang bergaul bebas dengan laki-laki yang bukan mahromnya tidak mustahil bersentuhan badan, seperti berjabat tangan atau yang semisalnya. Sungguh perbuatan ini besar dosanya. Mi’qol bin Yasar Radhiyallaahu ‘anhu berkata: Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):

“Seandainya kepala salah seorang di antara kalian ditusuk dengan jarum dari besi, sungguh itu lebih ringan baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”1
Wanita yang kuliah tidak mustahil akan bersepi-sepi dengan kawan akrabnya yang lain jenis atau kekasihnya, perbuatan ini minimalnya ada unsur zina matanya.

Ibnu Abbas Radhiyallaahu ‘anhu berkata: Saya mendengar Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah, beliau berkata: “Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita melainkan dengan mahromnya. Dan janganlah wanita bepergian melainkan dengan mahromnya pula.” Lalu ada seorang laki-laki yang berkata: Wahai Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, sesungguhnya istriku akan keluar menjalankan haji sedangkan aku telah diwajibkan berperang demikian dan demikian. Beliau menjawab: “Pergilah dan berhajilah engkau bersama istrimu.” (HR. al-Bukhori 2391)

Wanita yang menunaikan ibadah haji saja hendaknya ditemani oleh suami atau mahromnya, maka bagaimana bila bepergian untuk selain ibadah?
Kami mengimbau kepada saudaraku yang kuliah, jika kalian tidak bisa menghindari larangan di atas, hendaknya segera menikah, karena menikah satu-satunya jalan untuk menjaga diri dari bahaya wanita. Wallohu a’lam.
Fitnah Pemuda di Bangku Kuliah 4.5 5 Abdullah Al Pinrany Thursday, March 5, 2015 SOAL: Assalamu’alaikum. Ustadz, saya seorang pemuda yang masih kuliah. Bagaimana caranya aga...


Powered by Blogger.