Peluang Amal Jariyah

Peluang Amal Jariyah

Godaan Setan pada Orang-orang Shalih (3)

 on Friday, December 26, 2014  



Ketujuh : Tasykik (Menimbulkan Keraguan)
Tasykik termasuk pintu masuk setan yang sangat berbahaya, yang dengannya setan menggoda manusia. Bagaimana terjadinya?
Setan datang misalnya untuk mempertanyakan kebenaran metode pendidikan yang sedang ditempuh seseorang yang istiqamah, iltizam dengan perintah Allah, jauh dari hal-hal terlarang. Orang ini dibuatnya ragu dengan mempertanyakan kebenaran cara pendidikan yang ditempuhnya khususnya ketika dia dipertemukan dengan orang-orang jahat, orang-orang yang tidak multazim (kepada syariat). Setan datang membisikinya, 'Apakah semua orang ini akan masuk naar, sedangkan kamu sendirian saja di jannah?'
Padahal mayoritas dan minoritas tidak boleh dijadikan patokan, karena kebenaran itu adalah kebenaran yang sesuai dengan Kalamullah dan sabda Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam.

Patokan Al Jamaah bukanlah mayoritas manusia, namun Al Jamaah adalah yang bersesuaian dengan kebenaran, sekalipun kamu hanya sendirian.
Allah berfirman kepada Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam,
"Dan kebanyakan manusia itu tidaklah beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya" [QS Yusuf : 103]
Seorang Tabi'in bernama Nu'aim bin Hamad berkata, 'Sesungguhnya Al Jamaah itu adalah sesuatu yang menepati ketaatan pada Allah 'Azza wa Jalla. Dan jika Al Jamaah telah rusak, wajib bagimu berpegang pada keadaan Al Jamaah sebelum rusaknya, walau engkau bersendirian saat itu engkaulah Al Jamaah'.
Diantara pintu masuk setan adalah membuat ragu dalam masalah niat, dia berkata pada manusia, 'Kamu riya, kamu munafiq, kamu beramal karena manusia', supaya orang ini meninggalkan amal.
Contohnya, seseorang ingin bershadaqah, kemudia dilihat orang lain, maka dia berkata dalam hatinya, 'Kalau aku bershadaqah terlihat olehnya, dia akan menyangkaku riya. Lebih baik aku tidak memberikan shadaqah ini!'
Padahal yang diperintahkan dalam hal ini kita harus lebih mengikhlaskan niat kita karena Allah Ta'ala semata.
Berkata Ibrahim bin Ad-ham --salah seorang tabi'in--,'Aku mendapati 30 sahabat Nabi yang kesemuanya takut kalau-kalau dalam beramal mereka tidak ikhlas'.
Sesungguhnya memperbaiki niat itu diperintahkan, namun jangan sampai menyebabkan kita meninggalkan amal. Perbaikan niat justru harus menjadikanmu beramal dan meningkatkannya.
Al Harits bin Qays berkata, 'Jika setan mendtangimu dalam shalat dan membisikkan bahwa kamu riya, perpanjanglah shalatmu!'
Kedelapan : Takhwif (Menakut-nakuti)
Setan mempunyai dua metode dalam menakut-nakuti manusia:
1. Menakut-nakuti dari wali-wali setan
Disini setan menakut-nakuti manusia dari tentara dan wali-walinya, yaitu para pelaku maksiat dan kejahatan. Setan berkata, 'Waspadalah terhadap mereka, mereka punya kekuatan luar biasa'. Dengan ditakut-takuti, orang ini jadi meninggalkan ketaatan dan meninggalkan amal.
Padahal Allah telah berfirman,
"Sesungguhnya itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti dengan kawan-kawannya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman". [QS Ali 'Imran : 175]
maksudnya setan menakut-nakuti kamu dengan wali-walinya.
2. Menakut-nakuti dari kefaqiran
Allah Ta'ala berfirman,
"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kefaqiran dan menyuruh kamu berbuat kejahatan.."[QS Al Baqarah :268]
Setan berkata pada manusia, 'Kalau kamu tinggalkan pekerjaan ini, dimana akan kamu dapatkan pekerjaan lainnya? Kamu akan jadi sangat faqir'. Maka dia menjadi takut akan kefaqiran, akhirnya orang itu mengerjakan pekerjaan haram. Contohnya seorang muslim yang berdagang khamar (minuman keras) ditertawakan oleh setan karena sudah berhasil menipunya melalui pintu ini. Padahal Allah berfirman:
"Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizqi dari arah yang tiada disangka-sangkanya". [QS Ath Thalaq :2-3]
Kita dapati para pemakan riba takut akan kefaqiran, berkata, 'Bagaiman aku hidup? Orang-orang sudah pada kaya, aku masih faqir'!!
Kadang-kadang setan pun menghiasi kebatilan pada juru dakwah, sehingga menghalalkan yang haram, dengan alasan untuk kemaslahatan dakwah kamu perlu berdusta!
Setan menghiasi kebatilan sebagai kebenaran dengan hujjah bahwa perkara ini diperlukan untuk kemaslahatan dakwah.
Kadang-kadang kita dapati pula sebagian muslimin dan para juru dakwah saling menyerang datu sama lain, yang satu menyudutkan yang dan mengghibah lainnya. Dia bermuamalah dengan saudaranya itu dengan perlakuan lebih buruk dari yang dihadapkan pada seorang kafir, jahat atau busuk!
HAL-HAL YANG MELANCARKAN TUGAS SETAN
1. Kebodohan
Seorang yangberilmu lebih sulit digoda oleh setan daripada seribu ahli ibadah.
2. Hawa nafsu, lemah keikhlasan dan lemah keyakinan
Allah berfirman:
"Iblis berkata, 'Demi keagunganMu aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mreka". [QS Shaad : 82-83]
3. Kelalaian dan tiadanya kewaspadaan terhadap pintu-pintu masuk setan
Obatnya :
Kita mesti brangkat dari sebab-sebab yang melancarkan tugas setan tadi agar kita tahu obatnya, yaitu:
1. Iman kepada Allah
Kita harus beriman benar-benar kepada Allah dan bertawakal padanya, sebagaimana firmanNya
"Sesungguhnya setan itu tidak kekuasaannya atas orang-orang beriman dan orang-orang yang bertawakal hanya kepada Rabb mereka saja".[QS An Nahl:99]
2. Mencari ilmu syar'iy dari sumber-sumbernya yang shahih
3. Ikhlas di dalam dien ini
"Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka" [QS Al Hijr:40]
Umar bin Khaththab berkata, 'Hisablah dirimu sebelum nanti dihisab. Dn timbanglah ia olehmu sendiri sebelum nati ditimbang, karena akan meringankan kamu dalam hisab di hari esok (akhirat) jika kamu sudh menghisabnya hari ini!'
Dari Al Hasan berkata, 'Tidak aku temui seorang muslim sejati kecuali akan menghisab dirinya : Apa yang kamu ingin amalkan? Apa yang hendak kamu makan? Apa pula yang akan kamu minum ini? Sedang orang fajir berjalan tak acuh, tidak menghisab dirinya!'
4. Dzikir (ingat) kepada Allah Ta'ala dan berlindung dari godaan setan terkutuk
Allah Ta'ala berfirman:
"Jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui". [Al A'raaf : 200]
Demikian pula pembacaan Mu'awwidzatain (Al Falaq dan An Naas) dijelaskan dalam hadits keutamaan keduanya untuk melindungi kita dan mencegah dari setan. Begitu pula pembacaan Ayat Kursyi, karena ayat ini dapat menjaga dari setan.
[Maraji' : Madaakhilusy Syaithaan 'ala Ash Shalihin, oleh Dr Abdullah Al Khaathir dalam edisi Indonesia Godaan Setan pada Orang-orang Shalih terbitan At Tibyan]
Godaan Setan pada Orang-orang Shalih (3) 4.5 5 Abdullah Al Pinrany Friday, December 26, 2014 Ketujuh : Tasykik (Menimbulkan Keraguan) Tasykik termasuk pintu masuk setan yang sangat berbahaya, yang dengannya setan menggoda ...


Powered by Blogger.