Catatan hal-hal menarik dalam hidup

Blog Popular

10 Agustus, 2013

Implementasi METODE PEMBELAJARAN E-LEARNING dalam Kurikulum 2013

By on 17.44

E-learning adalah metode pembelajaran yang memanfaatkan jaringan internet atau TI. Electronic Learning, kepanjangan dari E-learning, masih menggunakan komputer sebagai media utamanya dan harus terkoneksi dengan jaringan internet yang lumayan besar kapasitas aksesnya. Dengan E-learning peserta didik tidak perlu duduk manis di kelas mendengarkan guru karena mereka dapat belajar dimanapun berada asalkan memiliki media utama pembelajaran.


E-learning adalah konsekuensi logis pesatnya perkembangan dunia teknologi informasi. Setiap peserta didik disetiap daerah yang yang terjangkau oleh jaringan komunikasi baik telpon atau handphone (HP) tidak asing dengan istilah internet. Mereka dapat mengakses internet melalui fasilitas kabel atau modem. Namun masih banyak sekolah atau lembaga pendidikan yang belum mengenal pembelajaran E-learning. Keterbatasan kompetensi guru yang mampu membuat website atau mengenal bahasa pemrograman menjadi hambatan utama sehingga mempengaruhi peserta didik mengenal E-learning.
Cara menggunakan E-learning sebagai metode pembelajaran sebenarnya tidak sulit karena melihat sudah banyak peserta didik yang memiliki akun jejaring sosial facebook atau twitter. E-learning memanfaatkan tekhnologi web sehingga cara membuatnya sama dengan membuat blog atau wiki. Cara memanfaatkannya juga sama dengan menggunakan software (perangkat lunak) seperti microsoft office yang telah menjadi materi wajib dalam pembelajaran TIK disekolah-sekolah dasar sampai menengah atas.
E-learning sudah menjadi kebutuhan. Sifat E-learning yang sangat mudah diakses dapat meningkatkan kompetensi siswa di bidang TIK dan prestasi akademik. Inovasi pembelajaran melalui teknologi biasanya membuat minat belajar peserta didik meningkat dibandingkan dengan cara klasik seperti ceramah, mencatat atau mendikte. Peserta didik dapat berinteraksi dengan guru melalui chatting dan pesan pendek, waktu belajar semakin singkat, peserta didik dapat mengakses materi sewaktu-waktu dan berulang-ulang sehingga mereka lebih dapat menguasai materi. Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan peserta didik dengan metode E-learning:
  • Tanya jawab langsung dengan guru atau teman diskusi melalui fasilitas chatting dengan tidak dibatasi waktu dan tempat.
  • Mengakses materi, mendownload, mengerjakan soal, mendapatkan jawaban soal, melihat hasil ulangan atau ujian berupa nilai dan penjelasan soal yang salah.
  • Membaca pengumuman dari sekolah.
  • Melaksanakan praktikum dengan bimbingan online.
  • Belajar dengan cara yang mereka suka misalkan sambil mendengar musik, didampingi orang tua atau pacar.
Berikut ini yang dapat dilakukan guru dengan metode E-learning:
  • Tidak memerlukan waktu tatap muka dikelas yang lama.
  • Pembuatan bahan ajar yang lebih dinamis dan efisien (kopas dari berbagai sumber).
  • Tidak terikat waktu dan tempat pertemuan.
  • Pembentukan grup diskusi untuk para siswa yang bisa melibatkan guru selaku instruktur yang tidak terbatas ruang dan waktu.
  • Dapat memantau perkembangan peserta didik secara langsung dan terarsip.
  • Dapat menerapkan program semester secara tepat waktu meskipun disaat-saat fakultatif.
  • Dan masih banyak lagi.
Berdasarkan Kurikulum 2013 yang berbasis IT maka Metode Pembelajaran E-Learning menjadi hal wajib yang harus diterapkan oleh semua sekolah yang telah melaksanakan kurikulum 2013, Semoga kita sebagai guru Profesional dapat melaksanakan metode ini dengan sebaik-baiknya.

Followers