Hari ini pas tahun ketiga Kakek Ardi mengalami kebutaan karena Katarak, Istrinya Mirna selalu setia mendampinginya. ketika aku mendekatinya dan ngobrol santai, kakek Ardi Memulai Pembicaraan
"Kamu tahu nak aku merasa istriku semakin cantik dan Menarik",. Aku jawab dengan sekenanya.
"Pasti kakek selalu membayangkan wajah nenek ketika pertama menikah dulu",.kakek menghirup napas lalu menjawab dengan sebuah kalimat yang mencengangkan.
"Tidak nak aku sudah lupa malah wajahnya pertama kali aku menikah, aku merasa dia lebih cantik dan menarik sekarang, karena aku melihat dengan mata hatiku, dulu ketika mudah aku hanya melihat dengan mata kasarku",. Nenek Mirna memeluk kakek sambil tersenyum manis
Ditulis untuk Semua yang setia duduk disamping pasangan sampai kakek nenek
terharu mendengar sekilas cerita ini, mata dan kata hati memang tajam dan tidak pernah berbohong
ReplyDeletemantap!
ReplyDeletecintaku sepanjang umur..
bukan sepanjang jalan.. :)
Si kakek sungguh romantis..
ReplyDeletewah betul-betul cinta sejati
ReplyDeleteiya terimakasih pak sudah berkunjung
Deletemaknyesss,cintaku tak terbatas waktu,
ReplyDeletemau nyari dulu.. belum ada cantholannya :D
met aktipitas :)
oiya maap, kemarin bukan browser mas yang error hihihi
kabuur
ternyata bukan salah browser sy ya mas
Deletewah,,senyum bacanya,,,,cinta forever,,,,,
ReplyDeletewah, Romantis sekali Pasangan kakek-nenek itu.
ReplyDeletesemoga cerita ini menjadi inspirasi sekaligus petuah bagi semua orang untuk tetap setia mendampingi pasangan walau apapun yang terjadi.
memaknai cinta dari rasa yang terdalam,
ReplyDeletebukan karena rupa atau merdunya suara
andai saja itu dimiliki oleh setiap hati manusia;
met malam mingguan mas :D
:D asssiiik dah cakpeee benerr . .
ReplyDeletesemoga ini menjadi sesuatu yang memang akan kita dapatkan di masa tua nanti . .
ReplyDeleteJadi teringat akan sepasang nenek dan kakek yang memberikan banyak pelajaran tentang kasih sayang yang sesungguhnya.
ReplyDeleteNenek yang sakit dan dirawat di bangsal saya bekerja dan sang kakek menungguinya dengan setia. Tiap kali menyapa dan memanggil dengan panggilan sayang..sayang padahal beliau berdua sudah lanjut usia.
Kita seringkali waktu pacaran atau bila menikah pada awal-awalnya saja bilang sayang, sayangku dan sejenisnya. Sungguh pembelajaran bagi kita semua akan hakekat kasih sayang yang sesungguhnya. Yang lebih muda menjadi malu akan hal ini.
Sampai akhirnya maut menjemput sang nenek, sang kakek tetap memanggilnya dan mengatakan :"Sayang, mengapa engkau meninggalkan diriku terlebih dahulu, mengapa bukan saya dulu sayang"...
Sungguh cinta yang bekin jeleeeess seperti postingan sahabat di atas. Banyak belajar di sini sahabat.
jeles tandanya sayang......
ReplyDelete